Fajarasia.id – Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv, meminta pemerintah memperbanyak program pasar murah untuk menekan kenaikan harga bahan pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Ia menilai ketersediaan pangan nasional, khususnya sembilan komoditas strategis, masih dalam kondisi aman hingga periode setelah Lebaran.
Meski demikian, Rajiv mengingatkan agar pemerintah tetap waspada terhadap potensi lonjakan harga akibat meningkatnya permintaan masyarakat. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional per Minggu (15/3), harga daging sapi kualitas I di tingkat pedagang eceran nasional telah melampaui harga acuan penjualan (HAP) dan mencapai Rp146.600 per kilogram.
“Lonjakan harga daging yang melewati acuan Rp130.000–Rp140.000 per kilogram harus dibaca sebagai sinyal adanya kenaikan permintaan, persoalan distribusi, disparitas pasokan antardaerah, atau margin perdagangan yang berlebihan,” jelas Rajiv dalam keterangan di Jakarta, Senin (16/3/2026).
Ia menegaskan, pemerintah tidak boleh menganggap kenaikan harga tersebut sebagai hal wajar, terutama menjelang hari besar keagamaan ketika konsumsi masyarakat meningkat. “Saya mendorong gerakan pasar murah diperbanyak, karena ini menjadi salah satu solusi cepat untuk mengendalikan harga-harga yang beranjak naik menjelang Lebaran,” tegasnya.
Rajiv juga menekankan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan nasional karena pemerintah memiliki cadangan yang cukup. Neraca pangan sembilan komoditas strategis hingga April 2026 tercatat dalam kondisi surplus. Namun, ia mengingatkan agar stabilitas harga dan kelancaran distribusi tetap dijaga setelah Lebaran.
Komisi IV, tambah Rajiv, akan terus mengawal kebijakan pangan nasional agar stabilitas pasokan dan harga tidak hanya tercatat di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat di pasar tradisional.****




