Problem Sampah Tangsel Belum Tuntas, Tumpukan Baru Muncul Meski Dibuang ke Cileungsi

Problem Sampah Tangsel Belum Tuntas, Tumpukan Baru Muncul Meski Dibuang ke Cileungsi

Fajarasia.id  – Masalah sampah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) belum juga mereda meski pemerintah kota sudah mengalihkan pembuangan ke Cileungsi, Kabupaten Bogor. Tumpukan baru kembali muncul di sejumlah titik, salah satunya di sekitar Pasar Cimanggis.

Pemkot Tangsel sebelumnya menetapkan status tanggap darurat pengelolaan sampah sejak 23 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026. Namun karena penumpukan belum teratasi, status darurat diperpanjang hingga 19 Januari 2026.

“Pada masa perpanjangan difokuskan pada optimalisasi pembersihan dan pengangkutan sampah serta penegakan perilaku buang sampah,” kata Sekretaris BPBD Tangsel, Essa Nugraha, Sabtu (10/1).

Langkah kerja sama dengan Kota Serang untuk membuang sampah ke TPAS Cilowong sempat menuai penolakan warga. Mereka mengeluhkan bau dan air lindi dari truk pengangkut sampah Tangsel. Akibat protes itu, Pemkot Serang menghentikan sementara penerimaan sampah dari Tangsel.

Sebagai solusi, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie memutuskan mengalihkan pembuangan ke Cileungsi. “Sebanyak 200 ton sampah per hari akan dikirim ke Cileungsi selama 14 hari ke depan,” ujarnya.

Meski pengangkutan dilakukan, pantauan di Pasar Cimanggis pada Jumat (9/1) menunjukkan tumpukan baru kembali terlihat. Petugas Satpol PP berjaga di lokasi untuk mencegah warga membuang sampah sembarangan. Seorang warga, Tara (38), mengatakan tumpukan itu baru muncul pagi tadi. “Kalau yang di samping pasar sudah diangkut, tapi ini baru terlihat,” katanya.

Masalah sampah di Tangsel kini menjadi sorotan publik. Meski sudah ada langkah darurat, penanganan belum sepenuhnya efektif. Warga berharap kebijakan pengelolaan sampah bisa lebih terintegrasi agar tidak terus menimbulkan tumpukan baru di ruang publik.

Pos terkait