Fajarasia.id – Presiden Prancis Emmanuel Macron dijadwalkan akan melakukan kunjungan resmi ke Greenland pada 15 Juni, lapor harian Prancis Le Monde pada Sabtu (7/6), mengutip sumber dari kantor kepresidenan Prancis.
Atas undangan Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen serta Jens-Frederik Nielsen, perdana menteri pemerintahan otonom Greenland, Presiden Macron akan menjadi kepala negara asing pertama yang mengunjungi Greenland sejak ancaman aneksasi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, lapor Le Monde.
Menurut kantor kepresidenan Prancis, Elysee, ketiga pemimpin tersebut akan mengadakan pembicaraan mengenai keamanan di Atlantik Utara dan Arktika, serta isu terkait perubahan iklim, transisi energi, dan pasokan mineral krusial.
Kunjungan ini bertujuan untuk “memperkuat kerja sama dengan Greenland di bidang-bidang tersebut dan berkontribusi bagi penguatan kedaulatan Eropa,” ujar Le Monde mengutip sumber Elysee.
Trump telah berulang kali menyatakan keinginannya untuk mengakuisisi Greenland, sebuah wilayah otonom Denmark yang strategis dan kaya sumber daya.
Greenland, yang dahulu merupakan koloni Denmark, menjadi bagian tak terpisahkan dari Kerajaan Denmark pada 1953.
Greenland diberi pemerintahan sendiri pada 1979, yang memperluas otonominya, meskipun Denmark tetap memegang kendali atas urusan luar negeri dan pertahanan.****





