Fajarasia.id – Presiden interim Peru, José Jerí, resmi dimakzulkan setelah Kongres menyetujui pemecatannya pada Selasa (17/2/2026) waktu setempat. Sebanyak 75 anggota parlemen mendukung keputusan tersebut, sementara 24 menolak. Langkah ini mengakhiri masa jabatan Jerí yang baru berjalan empat bulan, sekaligus menambah daftar panjang pergantian pemimpin di Peru—delapan kali sejak 2016.
Pemakzulan Jerí dipicu skandal “Chifagate”, rekaman pertemuan rahasia dengan pebisnis asal China yang dianggap melanggar etika pemerintahan. Salah satu video memperlihatkan Jerí hadir dengan mengenakan hoodie, seolah berusaha menyembunyikan identitasnya. Popularitas Jerí yang sempat tinggi pun runtuh drastis setelah kasus ini mencuat.
Kongres dijadwalkan kembali menggelar pemungutan suara pada Rabu (18/2/2026) untuk menentukan pengganti Jerí sebagai presiden interim, hanya beberapa bulan sebelum pemilu nasional pada April.
Kasus ini juga masuk ranah hukum. Jaksa membuka penyelidikan atas dugaan jual beli pengaruh terkait pertemuan Jerí dengan pengusaha China Yang Zhihua, serta dugaan keterlibatan Ji Wu Xiaodong dalam jaringan perdagangan kayu ilegal.
Pemakzulan Jerí terjadi di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik AS–China, terutama terkait proyek Pelabuhan Chancay yang mayoritas sahamnya dimiliki perusahaan China. Pemerintah Peru kini menghadapi ujian berat: meredam krisis politik internal sekaligus menjaga keseimbangan hubungan internasional.





