Fajarasia.id – Presiden RI Prabowo Subianto secara blak-blakan menyampaikan sikap Indonesia terkait keanggotaan dalam Board of Peace (BoP) yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia menegaskan, Indonesia tidak segan keluar dari forum tersebut jika keputusan yang dihasilkan kontraproduktif atau tidak sejalan dengan kepentingan nasional maupun perjuangan kemerdekaan Palestina.
“Begitu kita ambil kesimpulan tidak ada harapan dan kontraproduktif, kita keluar,” ujar Prabowo dalam dialog bersama jurnalis dan pakar, Kamis (19/3/2026).
Prabowo juga menekankan bahwa Indonesia tidak pernah berkomitmen membayar iuran senilai USD 1 miliar sebagaimana disebut sejumlah pihak. Ia menegaskan, absennya Indonesia dalam pertemuan founding donors di Washington menjadi bukti bahwa pemerintah tidak pernah menjanjikan kontribusi finansial. Sebaliknya, Indonesia hanya menyatakan kesiapan mengirim pasukan perdamaian untuk melindungi warga Gaza, dengan syarat keterlibatan tersebut disetujui oleh seluruh pihak, termasuk tokoh Palestina dan Hamas.
Namun, rencana pengiriman pasukan perdamaian saat ini ditunda menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah. “Kalau memang tidak ada suasana damai, bagaimana kita terlibat,” kata Prabowo.
Presiden juga menjelaskan bahwa keputusan bergabung dengan BoP berawal dari dukungan Indonesia terhadap solusi dua negara yang ia sampaikan dalam Sidang Umum PBB, September 2025. Menurutnya, keikutsertaan Indonesia memberi peluang lebih besar untuk memperjuangkan Palestina dari dalam forum internasional.
Prabowo menegaskan, Indonesia akan tetap konsisten memperjuangkan kemerdekaan Palestina, namun tidak akan ragu mengambil langkah tegas jika BoP dinilai tidak lagi menguntungkan kepentingan bangsa maupun rakyat Palestina.




