Fajarasia.id – Presiden Prabowo Subianto tengah menyiapkan kebijakan besar untuk menyelamatkan populasi gajah Sumatra dan Borneo yang kian terancam akibat menyusutnya habitat alami. Hal ini disampaikan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni usai melaporkan sejumlah langkah strategis konservasi di Istana Merdeka, Jakarta.
Menurut Raja Juli, Presiden akan segera menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) terkait penyelamatan populasi gajah serta Keputusan Presiden (Keppres) tentang pembentukan Satgas Inovasi Pembiayaan Pengelolaan Taman Nasional. “Tanpa intervensi serius, kerusakan kantong-kantong gajah bisa menjadi keniscayaan dan berpotensi membuat spesies ini punah,” ujarnya.
Melalui Inpres, pemerintah akan membangun koridor habitat yang memungkinkan pergerakan gajah antarwilayah, sekaligus mencegah perkawinan sedarah. Bahkan, Presiden Prabowo disebut telah menyerahkan lahan miliknya seluas 90 ribu hektare untuk konservasi.
Selain itu, Keppres pembentukan Satgas akan mendorong model pendanaan berkelanjutan bagi taman nasional, dengan melibatkan sektor swasta. Proyek percontohan akan dimulai di Taman Nasional Way Kambas, Lampung, termasuk pembangunan pagar dan kanal untuk mengurangi konflik antara manusia dan gajah.
Langkah ini dinilai sebagai komitmen kuat Presiden dalam menjaga kelestarian satwa liar Indonesia. “Pak Prabowo adalah Presiden yang paling peduli terhadap konservasi gajah dalam sejarah Indonesia,” tegas Raja Juli.*****





