Fajarasia.id – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh jajaran Polri untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama arus mudik dan balik Lebaran 2026. Instruksi ini disampaikan saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Monas, Jakarta Pusat.
Mengacu pada prediksi BMKG, cuaca diperkirakan berawan hingga hujan lebat sepanjang periode mudik. Kapolri menekankan perlunya penyiapan tim tanggap bencana, sarana pendukung, serta langkah penanganan pra, saat, dan pasca bencana. “Diperlukan kesiapsiagaan penuh menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah selatan Indonesia seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara,” ujarnya.
Selain antisipasi bencana, pemerintah juga menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas, mulai dari pembatasan angkutan barang, penerapan sistem satu arah (one way), contra flow, ganjil-genap, hingga pengaturan penyeberangan laut. Kapolri meminta seluruh personel mensosialisasikan kebijakan ini agar dipahami masyarakat dan berjalan efektif.
Operasi Ketupat 2026 berlangsung 13–25 Maret, dengan puncak arus mudik diperkirakan pada 13 dan 17 Maret, serta arus balik pada 24 dan 28 Maret. Pergerakan masyarakat tahun ini diprediksi mencapai 143 juta orang atau sekitar 50,2 persen dari populasi nasional.
Dengan kesiapsiagaan aparat dan dukungan rekayasa lalu lintas, Polri berharap arus mudik Lebaran dapat berjalan aman, lancar, dan terkendali.****




