Fajarasia.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa target pengembalian aset (Return on Assets/RoA) Badan Pengelolaan Investasi (Danantara) masih jauh dari sasaran. Dalam peringatan HUT ke-1 Danantara di Jakarta, ia menyampaikan bahwa lembaga tersebut harus mampu memberikan kontribusi minimal Rp 800 triliun per tahun kepada negara.
“Tapi saya ingatkan sasaran masih cukup jauh. Saudara harus bisa memberi return 5 persen minimal kembali ke negara, 50 miliar dollar AS minimal,” ujar Prabowo. Target tersebut setara dengan 5 persen dari total proyeksi aset Danantara sebesar Rp 16.800 triliun.
Prabowo menilai, standar perusahaan yang baik idealnya memiliki RoA sebesar 10 persen, bahkan bisa mencapai 12–15 persen. Kendati demikian, ia mengapresiasi peningkatan kinerja Danantara yang disebut telah naik sekitar 300 persen dalam setahun terakhir. “Walaupun belum bisa kita capai di tahun pertama, saya yakin Danantara mampu menuju target itu,” tambahnya.
Presiden juga menyampaikan rasa syukur atas pengelolaan Danantara yang dinilai berjalan baik dengan dukungan political will yang kuat. Ia menekankan bahwa manajemen yang baik tidak hanya bergantung pada angka, tetapi juga pada integritas dan komitmen. “Saya ucapkan terima kasih dan selamat atas prestasi saudara-saudara,” tandasnya.
Dengan dorongan ini, Prabowo berharap Danantara dapat memperkuat perannya sebagai salah satu sovereign wealth fund terbesar di dunia, sekaligus menjadi motor penggerak ketahanan ekonomi nasional.***





