Fajarasia.id – Amerika Serikat (AS) mengeluarkan peringatan keras kepada warga sipil di Iran untuk menjauhi seluruh fasilitas pelabuhan di sepanjang Selat Hormuz. Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya ketegangan dan rencana serangan baru yang tengah dipersiapkan militer AS di kawasan tersebut.
United States Central Command (CENTCOM) dalam pernyataannya meminta pekerja pelabuhan, awak kapal komersial, dan personel administrasi agar menghindari kapal angkatan laut Iran serta peralatan militer di area strategis itu. Peringatan ini muncul setelah Garda Revolusi Iran (IRGC) menutup akses Selat Hormuz dan meningkatkan kesiagaan pasukan lautnya.
Situasi semakin memanas setelah IRGC melancarkan serangan terhadap dua kapal yang melintas, termasuk kapal pengangkut barang asal Thailand. Serangan tersebut menyebabkan ledakan di buritan kapal dan kebakaran di ruang mesin, membuat tiga awak kapal hilang. Sementara 20 awak lainnya berhasil diselamatkan oleh angkatan laut Oman.
Komandan Angkatan Laut IRGC, Alireza Tangsiri, menegaskan bahwa setiap kapal yang ingin melintas harus terlebih dahulu memperoleh izin dari Iran. Pernyataan ini memperlihatkan kontrol penuh Iran atas jalur vital perdagangan energi dunia tersebut.
Dengan eskalasi yang terus meningkat, peringatan AS menandai potensi ancaman besar terhadap stabilitas kawasan dan keamanan jalur perdagangan internasional. Selat Hormuz, yang menjadi salah satu jalur minyak terpenting dunia, kini berada di bawah bayang-bayang konflik terbuka antara Iran, AS, dan Israel.****





