Fajarasia.id – Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya hadir di tengah masyarakat terdampak bencana. Dalam kunjungan ke Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Rabu (31/12), Prabowo mendengarkan langsung kebutuhan para pengungsi serta aspirasi pekerja yang terlibat dalam proses rekonstruksi dan rehabilitasi.
Dialog berlangsung selepas Prabowo meninjau jembatan bailey Sungai Garoga yang baru terpasang beberapa hari lalu. Jembatan sementara sepanjang 44 meter itu kini menjadi penghubung vital setelah akses sebelumnya terputus akibat banjir bandang dan longsor.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, yang mendampingi Presiden, menyebut kunjungan ini sebagai bukti keseriusan pemerintah. “Hari ini, Bapak Presiden terjun ke Kabupaten Tapanuli Selatan, ke Batang Toru. Di sini ada salah satu desa yang terdampak sangat berat,” ujar Prasetyo.
Prabowo menyeberangi jembatan dengan berjalan kaki, lalu meninjau kondisi aliran sungai dan rumah-rumah warga yang rusak parah. Ia langsung menginstruksikan jajarannya agar hunian layak segera dibangun bagi para pengungsi, sehingga mereka tidak lagi bertahan lama di tenda darurat.
“Sekali lagi, ini membuktikan komitmen Bapak Presiden untuk terus hadir memastikan penanganan bencana di tiga provinsi dapat berjalan dengan sebaik-baiknya,” tambah Prasetyo.
Jembatan bailey Sungai Garoga sendiri dibangun oleh Detasemen Zeni Tempur TNI AD bersama Kementerian PUPR dan perusahaan konstruksi BUMN Nindya Karya. Jembatan ini dirancang mampu menahan beban hingga 25 ton, sehingga diharapkan mempercepat mobilitas logistik dan pemulihan wilayah terdampak.
Dalam kunjungan tersebut, Prabowo didampingi sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono, Mendagri Tito Karnavian, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution. Kehadiran mereka menegaskan bahwa penanganan bencana di Tapanuli Selatan menjadi perhatian serius pemerintah pusat.





