Fajarasia.id – Karo OPS Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur Kombes Pol Deonijiu De Fatima meminta masyarakat tidak berunjuk rasa. Masyarakat dimintanya tidak berunjuk rasa selama ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime (AMMTC) berlangsung di Labuan Bajo.
Deonijiu menekankan, permintaan disampaikan bukanlah untuk membatasi hak menyampaikan pendapat masyarakat. Permintaan ia sampaikan untuk memberikan kenyamanan kepada tamu delegasi dari 15 negara peserta AMMTC ke-17.
“Harapan kita hanya selama kegiatan AMMTC ini berlangsung. Masyarakat tidak usah melakukan kegiatan aksi unjuk rasa,” katanya di Polres Manggarai Barat,Minggu(20/8/2023).
Ia menekankan, selain untuk kenyamanan para delegasi, hal ini juga terkait dengan nama baik Indonesia sebagai tuan rumah. “Kita bersyukur karena Labuan Bajo jadi lokasi penyelenggaraan,” ujarnya.
Deonijiu pun meminta semua masyarakat NTT ikut berpartisipasi dalam menyukseskan pertemuan tersebut. “Berikan kesan baik kepada tamu bahwa di NTT khususnya, Labuan Bajo ini aman dan tidak ada gejolak-gejolak,” ucapnya.
AMMTC adalah pertemuan setingkat menteri, yang khusus membahas isu-isu kejahatan lintas negara di ASEAN. Pertemuan yang diagendakan berlangsung pada tanggal 20 hingga 23 Agustus 2023 ini dijaga 619 personel keamanan. ***





