Fajarasia.id– Polda Metro Jaya menerjunkan tim psikologi mendampingi korban kecelakaan di SDN 01 Kalibaru. Pendampingan dilakukan kepada siswa, saksi, dan keluarga usai insiden mobil Makan Bergizi Gratis.
Kepala Bagian Psikologi Biro SDM Polda Metro Jaya AKBP Ida Bagus Gede Adi Putra Yadnya memimpin kegiatan pendampingan. Ia menyebut langkah cepat diperlukan untuk membantu pemulihan emosional para siswa.
“Pendampingan ini dilakukan sebagai respons cepat atas guncangan emosional para siswa, saksi, dan keluarga korban. Petugas hadir untuk memastikan dukungan awal berjalan aman dan menenangkan,” katanya di Jakarta, Jumat (12/12/2025).
Dalam kegiatan itu, Adi menjelaskan petugas psikologi membantu siswa mengelola reaksi awal pascakejadian dan meredakan kepanikan. Mereka juga menciptakan rasa aman bagi anak-anak akibat peristiwa mendadak itu.
“Melalui Psychological First Aid (PFA), anak-anak dan orang tua mendapat penguatan psikologis awal. Pendampingan juga diberikan untuk membantu mereka menenangkan diri,” ucapnya.
Diketahui, sebanyak 10 personel psikolog dan konselor Polda Metro diterjunkan mendampingi para korban. Selain itu, lima psikolog Ikatan Psikologi Klinis HIMPSI Jakarta juga terlibat.
“Mereka memberikan dukungan emosional serta pendampingan kepada keluarga korban. Observasi awal juga dilakukan terhadap siswa yang memerlukan penanganan lanjutan,” katanya.
Seluruh pendampingan, kata Adi, dilakukan dengan pendekatan ramah anak dan suasana menenangkan. Polda Metro Jaya juga terus memantau kondisi siswa serta menyiapkan pendampingan lanjutan.
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak sekolah jika diperlukan. Dukungan psikologis dipastikan optimal agar siswa dan keluarga melewati masa pemulihan dengan tenang,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara Muniarsi Hutapea memastikan tidak ada korban meninggal dunia. Ia menyebut seluruh korban tertangani dengan baik di rumah sakit.
Muniarsi merinci 16 korban dirawat di RSUD Cilincing dan lima korban di RSUD Koja. Sebanyak 14 korban di RSUD Cilincing sudah pulang setelah terapi healing.
Dua korban masih menjalani perawatan di RSUD Cilincing, sedangkan lima korban menjalani rawat inap di RSUD Koja. “Dari 21 korban, 20 siswa dan satu merupakan guru SDN 01 Kalibaru,” katanya.****





