Fajarasia.id – Pemerintah Indonesia memastikan, berusaha menengahi konflik bersenjata antara Thailand dengan Kamboja. Indonesia akan terus berusaha berkomunikasi dengan pemerintah kedua negara berkonflik tersebut.
“Kita mencoba berkomunikasi dan mendengarkan reason yang disampaikan. Karena kita juga yakin kedua negara memiliki pandangan mengapa hal ini sampai terjadi,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Roliansyah Soemirat, Sabtu (26/7/2025).
Menurut Roliansyah, Indonesia mencoba untuk memahami lebih lanjut konflik antara kedua negara tersebut. Ia mengatakan, Indonesia berkeyakinan kedua negara akan kembali menempuh jalan perdamaian.
“Kedua negara ini bertetangga langsung. Kedua negara dapat kembali ke cara-cara damai dengan menyelesaikan perbedaan yang saat ini ada,” ujarnya.
Ia juga meyakini perdamaian kedua negara bukan timbul secara tiba-tiba. Tetapi perdamaian itu sesuai prinsip sebagai anggota ASEAN.
Menurutnya,hal itu berdasarkan berbagai macam kesepakatan atau dokumen utama pendirian ASEAN. Terutama, Piagam ASEAN dan traktat persahabatan dan kerja sama yang sudah disepakati.
“Itu menjadi panduan bagi kerja sama sepuluh negara ASEAN. Sejak pendirian ASEAN tahun 1967,” ujarnya.
Di sisi lain, Roliansyah menilai, konflik Thailand dengan Kamboja berdampak pada negara ASEAN lainnya. Apalagi, kawasan Asia Tenggara merupakan kawasan yang dinamis.
“Konflik di kawasan Asia Tenggara menjadi sesuatu yang memang sangat penting untuk dihindari. Karena eskalasinya dapat meluas,” katanya.
Melansir Antara, akar permasalahan antara kedua negara berasal dari klaim tumpang tindih atas sejumlah wilayah di perbatasan. Yakni, wilayah perbatasan yang panjangnya mencapai lebih dari 800 kilometer.
Perselisihan ini sebagian besar bersumber dari peta buatan Prancis pada tahun 1907 yang dijadikan dasar oleh Kamboja. Yakni, dalam mengklaim wilayah tersebut, sementara Thailand menilai peta itu tidak akurat.****




