Pembangunan Jalan Pelabuhan di Tanjung Priok, Segera Rampung

Pembangunan Jalan Pelabuhan di Tanjung Priok, Segera Rampung

Fajarasia.id – Pembangunan jalan akses Pelabuhan Tanjung Priok Timur Baru atau New Priok Eastern Access (NPEA) masih berlangsung. PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menargetkan pembangunan NPEA rampung pada dua tahun mendatang.

Keberadaan NPEA diharapkan mampu mengatasi kemacetan parah akibat bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Sebelumnya terjadi kemacetan panjang di Tanjung Priok, Jakarta Utara mulai Rabu (16/4/2025) hingga Jumat (18/4/2025) yang lalu.

“Pelindo sekarang masih membangun New Priok Eastern Access. Jadi kita sudah bangun dan perkiraan selesai dua tahun,” kata Direktur Pengelola Pelindo, Putut Sri Muljanto, seperti ditulis pada Minggu (20/4/2025).

Putut menjelaskan dengan adanya NPEA, keluar masuk logistik dari pelabuhan langsung masuk tol Cibitung-Cilincing. Kendataan tidak perlu melewati Jalan Yos Sudarso atau jalan arteri lainnya.

“Nanti dari Pelabuhan Kalibaru yang mengaraj KBN, langsung masuk tol Cibitung-Cilincing. Keluar masuk ke pelabuhan di Kalibaru sebagai alternatif, keluar tol lewat KBN tidak perlu masuk ke Yos Sudarso,” terangnya.

Menurutnya keberadaan NPEA adalah keharusan karena Pelabuhan Tanjung Priok akan terus berkembang. Volume truk kontainer yang keluar-masuk pelabuhan akan terus bertambah karena ekonomi terus menggeliat.

Adapun faktor kemacetan ‘horor’ beberapa hari lalu di Tanjung Priok dan sekitarnya, Putut menyampaikan ada tiga penyebab. Pertama, volume peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok meningkat.

Kedua, kata Putut, ada keterlambatan kapal masuk di terminal New Priok Container Terminal (NCPT) 1 sehingga terjadi kepadatan yang dampak macetnya meluas. Ada tiga kapal yang terlambat yakni MSC Adu V, Ever Balmy, dan Starship Venus.

Ketiga kapal tersebut melakukan bongkar muat di luar jadwal yang seharusnya. Imbasnya, jumlah kapal meningkat melebihi kapasitas.

“Kamis mulai mengeluarkan barang, masuk itu 4.200 kapal padahal maksimal 2.500 -2.600 kendaraan. Ada delay, volume naik sehingga terminal stuck, jumlah melebihi kapasitas dan merambat keluar, mereka datang terlambat dan menumpuk” ujarnya.

Adapun penyebab ketiga adalah libur panjang Wafat Isa Almasih pada Jumat 18 April 2025. Kendaraan masuk secara bersamaan pada hari Rabu dan Kamis, karena Jumat adalah tanggal merah.

“Prediksi cepat-cepat masuk ke pelabuhan, Ravu dan Kamis berkumpul. Kalau cuma libur panjang hal biasa tapi ini bertemu tiga hal tadi sehingga jadi haluar biasa,” tegasnya.

“Setelah lebaran, ada kenaikan tapi ini kan berbarengan. Kami kalau ada kenaikan, sudah ada buffer dan prosedur tapi kemarin luar biasa,” katanya.*****

Pos terkait