Fajarasia.id – Wakil Ketua Komisi V DPR, Syaiful Huda mendorong pembangunan buffer zone atau zona penyangga di pelabuhan Tanjung Priok. Ia menyoroti momen kepadatan tinggi menyebabkan kemacetan panjang yang berimbas pada lalu lintas sejumlah ruas di Jakarta.
“Di Priok nya sendiri perlu ada semacam buffer zone alternatif. Itu buffer zone alternatif yang dibangun sengaja untuk ketika ada high season yang semacam ini,” kata legislator dari fraksi PKB tersebut kepada wartawan di Jakarta, pada Minggu(20/4/2025).
Huda menyatakan, dorongan percepatan pembangunan buffer zone untuk mengurai penumpukan kendaraan logistik di pelabuhan telah disampaikan. Meskipun demikian, ia menjelaskan usulan tersebut belum kunjung diwujudkan oleh pihak terkait.
“Memang terkait buffer zone itu sudah lama kita dorong, tapi sampai hari ini belum terwujud dengan baik. Setiap kita menghadapi momen Lebaran dan peak season, selalu kita sampaikan bahwa masih butuh buffer zone di Pelabuhan Tanjung Priok itu,” ucapnya.
Huda menambahkan, masyarakat dirugikan atas dampak kemacetan yang terjadi beberapa hari lalu, akibat kepadatan di pelabuhan Tanjung Priok. Menurutnya, permasalahan tersebut juga akan berdampak pada perputaran ekonomi dalam muatan barang yang jauh lebih lama.
Sebelumnya, pihak Pelindo menjelaskan penyebab kemacetan karena adanya bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok. Regional 2 PT Pelindo mengungkap terjadi penambahan volume bongkar muat di pelabuhan New Priok Container Terminal (NCPT) 1.
Buffer zone atau zona penyangga adalah area yang dirancang untuk memisahkan suatu wilayah atau kawasan tertentu dari lingkungan sekitarnya, Tujuan utama adalah melindungi wilayah tersebut dari dampak negatif atau risiko bahaya yang mungkin timbul.****




