Panglima TNI Kerahkan 37 Ribu Prajurit dan 15 Batalyon Tambahan untuk Penanganan Bencana di Sumatra

Panglima TNI Kerahkan 37 Ribu Prajurit dan 15 Batalyon Tambahan untuk Penanganan Bencana di Sumatra

Fajarasia.id – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menegaskan komitmen TNI dalam mendukung penanganan bencana di Sumatra. Hingga saat ini, sebanyak 37.910 prajurit telah diterjunkan untuk membantu masyarakat melewati masa tanggap darurat dan memasuki tahap rekonstruksi pascabencana. Selain itu, TNI menambah 15 batalyon guna mempercepat pembangunan jembatan serta penyediaan hunian sementara (Huntara) dan hunian tetap (Huntap) bagi para pengungsi.

Dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jenderal Agus menjelaskan bahwa tambahan pasukan terdiri dari 5 Batalyon Zeni dan 10 Batalyon Teritorial Pembangunan. Mereka akan fokus pada pemasangan jembatan bailey, pembangunan Huntara, serta Huntap. “Pelibatan personel ini diharapkan mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi sehingga masyarakat bisa segera kembali beraktivitas,” ujarnya.

Selain pembangunan infrastruktur, prajurit TNI juga membantu membersihkan lumpur di sekolah, pesantren, jalan, dan fasilitas umum. Mereka turut menyiapkan air bersih, melaksanakan evakuasi medis, mendistribusikan logistik, serta memberikan layanan trauma healing bagi para korban. Hingga kini, TNI telah membangun 25 dapur lapangan, 124 sumur bor, 42 pos kesehatan, dan 186 sarana MCK.

Agus menambahkan, sejumlah jembatan darurat sudah selesai dipasang dan dimanfaatkan masyarakat, antara lain Jembatan Teupin Mane, Teupin Reudeup, Jeumpa, Matang Bangka, Kuta Blang, Weh Pase, Hamparan Perak, dan Anggoli Sibangun. “Keberadaan jembatan ini sangat vital untuk memulihkan mobilitas warga,” katanya.

Untuk mendukung operasi kemanusiaan, TNI juga mengerahkan 89 unit alutsista, termasuk helikopter, pesawat angkut, kapal rumah sakit, dan kapal perang. Sejauh ini, logistik seberat 2.669,53 ton telah disalurkan melalui jalur darat, laut, dan udara. “Pesawat, helikopter, dan KRI terus bergerak membawa bantuan logistik, alat berat, tenaga kesehatan, hingga peralatan vital seperti genset dan pasokan BBM,” tandas Panglima TNI.

Pos terkait