Ojol, Parkir Liar dan PKL Kuasai Trotoar Stasiun Cikini

Ojol, Parkir Liar dan PKL Kuasai Trotoar Stasiun Cikini

Fajarasia.id – Trotoar di Jalan Pegangsaan Timur, tepatnya di sekitar akses keluar Stasiun Cikini, Jakarta Pusat, dipenuhi aktivitas yang merenggut hak pejalan kaki. Motor parkir dan melintas di jalur pedestrian, pedagang kaki lima (PKL), hingga pengemudi ojek online yang menunggu penumpang membuat fungsi trotoar sebagai ruang aman tidak berjalan optimal.

Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, menegaskan trotoar adalah fasilitas publik yang seharusnya digunakan khusus untuk pejalan kaki. “Sesuai ketentuan, trotoar tidak boleh digunakan untuk parkir kendaraan maupun aktivitas lain yang mengganggu fungsi utamanya,” ujarnya, Senin (9/3/2026).

Penertiban pelanggaran fungsi trotoar, lanjut Wenny, dilakukan melalui koordinasi lintas instansi, termasuk Dinas Perhubungan dan Satpol PP. Namun lemahnya pengawasan membuat trotoar rawan dikuasai aktor informal.

Pantauan di lokasi menunjukkan motor terparkir berjajar di sepanjang trotoar, bahkan ada yang melintas melawan arah di jalur pedestrian. PKL dengan gerobak makanan juga memenuhi sisi trotoar, mempersempit ruang berjalan. Akibatnya, pejalan kaki sering kali harus turun ke badan jalan untuk melintas.

Sejumlah warga mengeluhkan kondisi ini. Puspitasari (27), karyawan swasta, berharap pemerintah lebih tegas menertibkan. “Harusnya ada pengawasan rutin, bukan sesekali saja,” katanya. Hal senada disampaikan Ahmad Fauzi (34), pegawai toko, yang menilai trotoar kini seperti jalur alternatif bagi motor.

Sementara itu, pengemudi ojek online mengaku memilih menunggu di trotoar karena dekat dengan titik penjemputan penumpang. Meski sering ditegur, mereka kembali ke lokasi setelah petugas pergi.

Dinas Bina Marga berkomitmen meningkatkan kualitas trotoar, termasuk dengan evaluasi berkala melibatkan masyarakat dan penyandang disabilitas. Standar aksesibilitas seperti jalur pemandu dan ramp kursi roda juga akan diperluas ke berbagai koridor utama Jakarta.*****

Pos terkait