NU 100 Tahun: Penjaga Republik, Penguat Persatuan

NU 100 Tahun: Penjaga Republik, Penguat Persatuan

Fajarasia.id – Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) adalah pilar penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Tepat berusia satu abad, NU disebut lebih tua dari Republik Indonesia yang baru akan merayakan 100 tahun pada 2045 mendatang.

Dalam keterangannya, Muzani mengingatkan bahwa NU lahir pada masa sulit bangsa, ketika rakyat hidup dalam kemiskinan dan tekanan penjajahan. Namun, para ulama dan kiai memiliki kesadaran tinggi untuk membangun organisasi yang kelak menjadi motor perjuangan rakyat.

“NU berdiri di tengah keterbatasan, tapi semangat ulama dan kiai untuk membela bangsa dan umat begitu besar. Sejak awal, NU menanamkan kesadaran melawan penjajahan melalui pendidikan pesantren dan pengajaran agama,” ujar Muzani.

Ia mencontohkan lahirnya organisasi perjuangan NU seperti Ansor (1934) dan Banser (1936), yang terbukti menjadi benteng perlawanan sebelum Indonesia merdeka. Peran besar NU juga terlihat saat peristiwa heroik 10 November 1945 di Surabaya, ketika fatwa jihad memantik semangat santri dan rakyat untuk mempertahankan kemerdekaan.

“Generasi muda NU, santri, dan rakyat bersatu melawan penjajah. Fatwa jihad kala itu menjadi pemantik persatuan untuk mempertahankan Republik,” tegasnya.

Selain melawan penjajahan, NU juga berperan menjaga ideologi bangsa dari ancaman komunisme, bahkan banyak pesantren dan santri yang menjadi korban demi keselamatan negara. Tidak hanya dalam politik, NU selalu hadir di tengah rakyat, termasuk saat bencana melanda, dengan doa dan penguatan spiritual yang menenangkan umat.

“Bangsa ini berutang kepada NU. Doa-doa, zikir, dan selawat yang dipanjatkan menjadi bagian dari ikhtiar menjaga persatuan,” kata Muzani.

Ia menekankan bahwa NU yang kuat akan melahirkan Indonesia yang kuat. Kekuatan NU, menurutnya, terletak pada kesejahteraan jamaah dan keteguhan iman.

“Kalau NU kuat, Indonesia akan kuat. NU tidak perlu pujian atau takut terhadap celaan. Yang terpenting adalah rida Allah SWT,” tutupnya.

Pos terkait