Nama Jenderal Dudung dan Laksamana Yudo Mencuat Jadi Panglima TNI

 Nama Jenderal Dudung dan Laksamana Yudo Mencuat Jadi Panglima TNI

Fajarasia.co – Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa akan pensiun tahun ini. Jenderal Dudung Abdurachman digadang-gadang mungkin jadi Panglima TNI sebut Jenderal Andika Perkasa.

Hal tersebut disampaikan oleh pengamat politik dan militer, Selamat Ginting yang menilai bahwa jabatan Panglima TNI pasca Jenderal Andika purna tugas dapat dilaksanakan oleh Jenderal Dudung.

Namun apabila merunut rotasi matra TNI, maka sebenarnya yang berhak menggantikan Jenderal Andika sebagai Panglima TNI ialah Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana Yudo Margono.

Artinya, kata Selamat Ginting, ada dua tokoh yang berpotensi jadi calon Panglima TNI menggeser Jenderal Andika.

“Ini barangkali hadiah ulang tahun dia yang ke-56 tahun pada November ini. Nah ketika Panglima TNI Jenderal Andika pensiun pada 22 Desember 2022 mendatang, maka dua sosok yang memiliki peluang ialah Laksamana Yudo Margono dan kedua Jenderal Dudung Abdurachman karena usia keduanya sama,” katanya.

Selain itu,
Pengamat militer dan pertahanan Khairul Fahmi menyebut KSAL Laksamana TNI Yudo Margono masih berpeluang menggantikannya.

Andika Perkasa akan berusia 58 tahun pada Desember 2022 ini, sedang Yudo Margono baru pensiun Nopember tahun 2023. Usia pensiun perwira tinggi TNI memang 58 tahun.

Menurut Khairul Fahmi, dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), selama belum memasuki masa pensiun maka peluang Laksamana Yudo Margono untuk menjadi Panglima TNI masih terbuka.

Karena jabatan Panglima TNI harus diisi oleh kepala staf atau mantan kepala staf yang masih aktif.

“Selama masa pemerintahan Presiden Jokowi, juga belum pernah ada Panglima dari lingkungan TNI AL. Meski tidak ada ketentuan normatif yang mengharuskan pergiliran di antara ketiga matra, namun hal itu penting untuk dipertimbangkan,” kata  Khairul, Minggu (26/6/2022).

Khairul menuturkan, peluang Yudo menjadi Panglima TNI terbuka, karena mengacu pada penunjukan Jenderal Andika, Presiden tidak meletakkan usia dan masa aktif sebagai pertimbangan utama.

Artinya, pola ini masih mungkin diterapkan juga pada saat penggantian Jenderal Andika.

“Selain soal ‘chemistry’ dengan Presiden, (meski secara etis kurang baik) komunikasi politik dengan tokoh berpengaruh di sekitar Presiden juga diyakini berkontribusi memperkuat peluang untuk ditunjuk dan mendapat persetujuan parlemen.

Kiprah Pak Yudo dan TNI AL belakangan ini menampakkan adanya komunikasi politik yang berjalan untuk menjaga peluang,” paparnya.
Sementara terkait peluang KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman, yang sepertinya menjadi ganjalan bagi Yudo untuk menjadi Panglima TNI, Khairul menilai KSAL lebih berpeluang.

Alasannya selama ini Jenderal Dudung cenderung bergerak di luar tupoksi dan kontroversial dalam kiprahnya.
Sedang jika melihat profil Andika terutama selama menjabat KSAD, harus diakui bahwa meski banyak kritik terkait upaya pencitraannya, namun kiprahnya masih tetap berada dalam ruang lingkup tupoksi.

“Saya kira Pak Yudo dalam hal ini fokus saja dalam urusan pembenahan internal, membangun kekuatan dan kemampuan TNI AL sembari terus memperkuat komunikasi politik dan publik yang selaras dengan misi yang diemban TNI AL,” tandasnya.

Sinyal menguat bagi Laksamana Yudo Margono untuk menjadi Panglima TNI terjadi dalam beberapa peristiwa baru-baru ini. Y

udo Margono seolah menjalin relasi dengan makna simbolis saat meresmikan penamaan kapal kepresidenan baru, yakni KRI Bung Karno-369.

KSAL tampil hangat bersama Presiden RI Kelima yang juga Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri. Ditambah, sebelumnya Laksamana Yudo juga menyajikan romansa legacy Presiden RI pertama Soekarno saat hari ulang tahun (HUT) Penerbal pada 17 Juni lalu.

Pada kesempatan itu Laksamana Yudo menaiki Jip Land Rover buatan tahun yg sama, kala Bung Karno melakukan pemeriksaan pasukan peresmian Pangkalan Udara TNI AL  (Lanudal) Juanda Surabaya 12 Agustus 1964 silam KSAL mengungkapkan bahwa semangat Bung Karno merupakan inspirasi bagi segenap prajurit TNI AL yang dipimpinnya.

Secara khusus, gestur dan jalinan relasi tersebut tampak dibangun berdekatan dengan kian dekatnya pergantian Panglima TNI dari Jenderal Andika Perkasa yang akan purna tugas pada akhir tahun ini.****

Pos terkait