Fajarasia.id – Program unggulan Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan berjalan dengan baik dan mendorong bergeraknya ekonomi lokal. Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) Budi Gunawan.
Ia menyebutkan program MBG bukan hanya menyediakan makanan sehat bagi siswa. Tetapi memiliki manfaat yang jauh lebih besar bagi pembangunan bangsa.
“Program ini mendukung peningkatan kualitas anak-anak Indonesia. Dengan asupan gizi yang memadai, siswa dapat lebih fokus belajar, meningkatkan prestasi akademik, dan mengembangkan potensi mereka secara maksimal,” ujar Menkopolkam usai mengecek pelaksanaan Makan Bergizi Gratis di MTSN 14 Halim Perdana Kusuma dan SMPN 174 Jakarta, Rabu (8/1/2025).
Selain itu Menkopolkam menambahkan, program makan bergizi gratis didesain untuk menciptakan multiplier effect (efek pengganda). Salah satunya membuka lapangan pekerjaan bagi banyak pihak yang terlibat dalam seluruh proses pelaksanaannya.
Mulai dari ahli gizi, pekerja dapur, hingga petugas transportasi. Hal ini menciptakan peluang ekonomi yang memberdayakan masyarakat.
“Alokasi anggaran untuk program ini memberi manfaat langsung kepada masyarakat. Program ini menggerakkan ekonomi rakyat,” ujarnya.
“Menjadikan masyarakat lokal sebagai bagian penting dalam rantai penyediaan bahan pangan. Seperti telur ayam, daging, buah-buahan, dan sayuran dari petani Indonesia”, katanya.
Selain dampak ekonomi, Menkopolkam juga menyoroti nilai-nilai budaya yang ditanamkan melalui program ini. Seperti gotong-royong, kedisiplinan, dan kebersamaan.
Program ini, menurutnya, tidak hanya membangun fisik siswa tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang cinta Tanah Air. Di akhir kunjungannya, Menkopolkam menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program ini.
“Harapan kita, program makan bergizi gratis dapat berjalan optimal dengan kualitas yang baik. Memberikan manfaat yang lebih luas, dan menjadi bagian penting dari upaya menciptakan generasi emas Indonesia di masa depan”, kata Menkopolkam.****





