Fajarasia.id — Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri (Lemdiklat) resmi membuka pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Dikreg ke-35 serta Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Dikreg ke-66. Upacara pembukaan berlangsung khidmat di Gedung Utaryo, Sespim Lemdiklat Polri, Lembang, Jawa Barat, dipimpin oleh Wakalemdiklat Polri Irjen Achmad Kartiko bersama Kepala Sespim Lemdiklat Polri Irjen Daniel Tahi Monang Silitonga.
Kepala Sespimti Polri Brigjen Eko Suprihanto dalam laporannya menyampaikan bahwa pendidikan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Kapolri No. KEP/1954/XII/2025. Ia merinci, Sespimti Dikreg 35 diikuti 57 peserta didik, terdiri dari 47 anggota Polri, 8 anggota TNI, 1 dari Kejaksaan Agung, dan 1 dari Kemenimipas. Sementara itu, Sespimmen Dikreg 66 diikuti 201 peserta, dengan komposisi 185 anggota Polri, 13 anggota TNI, serta 2 peserta dari Timor Leste.
Upacara ini menandai dimulainya proses pendidikan intensif yang disebut sebagai “kawah candradimuka” bagi para perwira terpilih, yang dipersiapkan menjadi pemimpin strategis dan manajerial di masa depan. Dalam sambutannya, Irjen Achmad Kartiko menekankan bahwa para peserta merupakan individu pilihan yang telah melewati seleksi ketat. Ia berharap kesempatan ini dimaknai dengan rasa syukur, semangat, dan dedikasi penuh.
“Saudara adalah perwira-perwira terpilih. Jadikan kesempatan ini sebagai momentum untuk belajar sungguh-sungguh, bersemangat, dan berdedikasi,” ujarnya.
Achmad Kartiko juga menekankan enam nilai utama yang harus dipegang teguh selama pendidikan dan saat bertugas nanti: Integritas (kejujuran dan komitmen), Unggul (pemimpin adaptif dan inovatif), Modern (pemanfaatan teknologi mutakhir), Bersih (akuntabilitas dan bebas penyimpangan), Nyaman (lingkungan kerja harmonis), serta Bahagia (keseimbangan hidup dan energi positif dalam memimpin).
Ia menutup arahannya dengan pesan agar para peserta tidak menyia-nyiakan waktu selama pendidikan. Menurutnya, tujuan utama program ini bukan hanya melahirkan perwira cerdas secara intelektual, tetapi juga membentuk karakter kuat yang mampu bersinergi lintas sektor demi menjaga stabilitas keamanan nasional.
“Pegang teguh nilai-nilai ini, jalankan pendidikan dengan sepenuh hati, dan jadilah pemimpin yang membawa perubahan positif. Saya percaya saudara memiliki potensi besar untuk membawa Polri menuju masa depan yang lebih gemilang,” pungkasnya.





