KSP Tegaskan Pendidikan Berkualitas dan Inklusif Jadi Prioritas Pemerintah

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari saat memberikan testimoni buku "Pendidikan Bermutu untuk Semua: Mengenali Pokok-pokok Pikiran Abdul Mu'ti" di Jakarta pada Senin (27/10/2025)
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari saat memberikan testimoni buku "Pendidikan Bermutu untuk Semua: Mengenali Pokok-pokok Pikiran Abdul Mu'ti" di Jakarta pada Senin (27/10/2025)

Fajarasia.id  — Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menegaskan bahwa peningkatan akses dan mutu pendidikan menjadi salah satu fokus utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Komitmen ini disampaikan Qodari saat menghadiri peluncuran buku “Pendidikan Bermutu untuk Semua: Mengenali Pokok-pokok Pikiran Abdul Mu’ti” di Jakarta, Senin.

“Pendidikan bukan hanya soal akses, tapi juga kualitas. Presiden Prabowo sangat peduli agar seluruh anak Indonesia bisa menikmati pendidikan yang layak dan bermutu,” ujar Qodari.

Ia menjelaskan bahwa salah satu langkah konkret dalam memperluas akses pendidikan adalah melalui program Sekolah Rakyat, yang dirancang untuk menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu agar memperoleh kesempatan belajar yang setara.

Di sisi lain, peningkatan kualitas pendidikan juga menjadi perhatian serius pemerintah. Qodari menyebutkan adanya revitalisasi sekolah dan penggunaan teknologi pendidikan seperti Interactive Flat Panel (IFP) yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Teknologi ini memungkinkan penyampaian materi pembelajaran yang lebih interaktif dan berkualitas.

“Presiden tidak ingin terjebak dalam dikotomi antara akses dan kualitas. Keduanya harus berjalan beriringan, termasuk bagi anak-anak berbakat yang membutuhkan pendekatan khusus dalam proses belajar,” tambahnya.

Lebih lanjut, Qodari mengungkapkan bahwa kebijakan ekonomi Prabowonomics menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai fondasi utama. Dalam konteks pendidikan, hal ini diwujudkan melalui penguatan kompetensi siswa di bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM).

“Presiden ingin Indonesia menjadi negara yang unggul dalam teknologi, dan itu dimulai dari pendidikan STEM,” tutup Qodari.****

Pos terkait