Presiden Prabowo dan Panglima TNI Bahas Persiapan Misi Perdamaian Indonesia untuk Gaza

Pasukan Kontingen Garuda UNIFIL melakukan yel-yel usai mengikuti upacara Pelepasan Satgas TNI Kontingen Garuda UNIFIL 2025 di Lapangan Prima, Mabes TNI, Jakarta
Pasukan Kontingen Garuda UNIFIL melakukan yel-yel usai mengikuti upacara Pelepasan Satgas TNI Kontingen Garuda UNIFIL 2025 di Lapangan Prima, Mabes TNI, Jakarta

PFajarasia.id  — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto tengah melakukan pembahasan intensif terkait rencana pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam mendukung stabilitas dan perdamaian global.

Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Freddy Ardianzah, menyampaikan bahwa komunikasi antara Presiden dan Panglima TNI berlangsung secara konstruktif dan terarah. Menurutnya, setiap keputusan strategis yang menyangkut pengerahan militer ke luar negeri selalu dirancang secara komprehensif dengan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga terkait.

“Keputusan akhir mengenai pengiriman pasukan berada di tangan pemerintah pusat melalui Presiden. Koordinasi juga dilakukan bersama Kementerian Pertahanan dan Kementerian Luar Negeri agar kebijakan ini selaras dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan non-blok,” jelas Freddy.

Ia menegaskan bahwa TNI siap menjalankan setiap mandat pemerintah dengan profesionalisme tinggi, menjunjung prinsip perdamaian, dan mengutamakan kepentingan nasional.

Meski keputusan resmi belum dikeluarkan, Freddy menyebutkan bahwa TNI telah mulai melakukan persiapan internal agar pasukan siap diterjunkan kapan pun diperlukan.

Dalam kesempatan berbeda, saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN–Amerika Serikat di Kuala Lumpur, Presiden Prabowo kembali menegaskan komitmen Indonesia untuk berperan aktif dalam menjaga perdamaian di Gaza dan wilayah konflik lainnya.

“Indonesia siap mengirimkan pasukan perdamaian ke wilayah yang membutuhkan perlindungan dan stabilitas. Mari kita berada di sisi sejarah yang benar, menjadi mitra perdamaian, membangun kerja sama yang konstruktif, dan memperkuat kemitraan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia,” ujar Presiden Prabowo dalam pidatonya.

Langkah ini memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang konsisten dalam mendorong solusi damai atas konflik internasional, sekaligus menunjukkan kesiapan TNI dalam mendukung diplomasi perdamaian yang dijalankan pemerintah.****

Pos terkait