Korupsi Tower BTS Kominfo, Eks Anggota BPK Achsanul Qosasi Disidang Perdana Kamis Mendatang

Korupsi Tower BTS Kominfo, Eks Anggota BPK Achsanul Qosasi Disidang Perdana Kamis Mendatang

Fajarasia.id – Kasus korupsi tower BTS Kominfo atas tersangka mantan Anggota III Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Achsanul Qosasi rupanya sudah dilimpahkan ke pengadilan oleh Kejaksaan Agung.

Tak hanya Achsanul Qosasi, Kejaksaan juga telah melimpahkan perkara kawan Achsanul bernama Sadikin Rusli.

Berdasarkan laman Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, pelimpahan itu dilakukan pada Selasa (27/2/2024).

Pada hari itu juga, langsung ditetapkan Majelis Hakim, Panitera Pengganti, dan jadwal sidang perdana. Tetapi nama dari masing-masingnya belum dipublikasikan.

“Selasa, 27 Februari 2024. Pendaftaran Perkara, Penetapan Majelis Hakim/ Hakim, Penunjukan Panitera Pengganti, Penetapan Hari Sidang Pertama,” dikutip dari laman SIPP PN Jakarta Pusat, Selasa (5/3/2024).

Perkara Achsanul Qosasi kemdian teregister dengan nomor 26/Pid.Sus-TPK/2024/PN Jkt.Pst. Sedangkan perkara Sadikin Rusli teregister dengan nomor 27/Pid.Sus-TPK/2024/PN Jkt.Pst.

Adapun persidangan perdana akan digelar pada Kamis (7/3/2024).

“Kamis, 07 Maret 2024. 10:00:00 sampai dengan Selesai. SIDANG PERTAMA. Prof Dr H MUHAMMAD HATTA ALI.”

Kasus yang menjerat Achsanul Qosasi

Sebagai informasi, dalam perkara ini Achsanul Qosasi telah ditetapkan tersangka pada Selasa (19/11/2023).

Sedangkan Sadikin Rusli ditetapkan tersangka pada Sabtu (14/10/2023).

Dari hasil penyidikan, diperoleh bukti bahwa dia menerima Rp 40 miliar di hotel mewah Grand Hyatt, Jakarta pada Selasa (19/7/2022) malam hari.

Uang itu diterimanya dari Sadikin Rusli yang menerima uang tersebut dari Windi Purnama, kurir yang juga kawan eks Dirut BAKTI Anang Achmad Latif.

“Setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif dan dikaitkan dengan alat bukti yang telah kami temukan sebelumnya, maka tim berkesimpulan telah ada cukup alat bukti untuk menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka,” ujar Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Kuntadi dalam konferensi pers, Jumat (3/11/2023) yang lalu.

“Bahwa sekitar tanggal 19 Juli 2022 sekitar pukul 18.50 WIB bertempat di Hotel Grand Hyatt, diduga saudara AQ telah menerima sejumlah uang sebesar kurang lebih 40 miliar dari saudara IH melalui saudara WP dan SR,” katanya.

Akibat perbuatannya itu, Achsanul Qosasi dijerat Pasal 12B atau Pasal 12 huruf e atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b Jo. Pasal 15 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi atau Pasal 5 Ayat (1) Undang-Undang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Sedangkan Sadikin Rusli dijerat Pasal 15 atau Pasal 12B atau Pasal 5 Ayat (1) Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi atau Pasal 5 Ayat (1) Undang-Undang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.****

 

Pos terkait