Fajarasia.id — Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati, menegaskan perlunya komitmen kuat antara pemerintah pusat dan daerah untuk melindungi serta melestarikan cagar budaya di Kabupaten Banyuwangi. Hal itu disampaikan dalam kunjungan kerja Komisi X melalui Panja Cagar Budaya yang bertemu dengan Bupati Banyuwangi, Dinas Kebudayaan, Balai Pelestarian, serta komunitas adat setempat.
“Kami menerima banyak masukan. Ada situs-situs yang seharusnya sudah masuk kategori cagar budaya, namun belum mendapatkan penetapan resmi, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat,” ujar Esti.
Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini menyoroti panjangnya proses penetapan cagar budaya, minimnya tenaga ahli akibat mekanisme sertifikasi yang rumit, serta keterbatasan anggaran yang hampir merata di daerah. “Padahal bicara cagar budaya berarti bicara sejarah bangsa yang harus kita jaga dan wariskan kepada generasi mendatang,” tegasnya.
Selain itu, Esti menekankan perlunya kejelasan regulasi agar situs bersejarah tidak terkatung-katung tanpa perlindungan hukum. Ia juga meninjau sejumlah lokasi bersejarah, termasuk kawasan yang pernah menjadi titik keberangkatan jamaah haji pada awal 1900-an serta situs yang diyakini bagian dari Kerajaan Blambangan.
“Ini bukan hanya soal bangunan, tapi identitas dan kebanggaan sejarah Jawa Timur. Jika tidak segera ditetapkan dan dilindungi, kita berisiko kehilangan jejak sejarah kita sendiri,” ungkapnya.
Komisi X DPR RI memastikan catatan dari Banyuwangi akan menjadi bahan penting dalam pembahasan Panja Cagar Budaya, khususnya terkait penyederhanaan regulasi, penguatan tenaga ahli, dan peningkatan alokasi anggaran.
“Sejarah bukan beban masa lalu, tetapi fondasi masa depan bangsa. Negara tidak boleh abai. Cagar budaya harus menjadi prioritas,” pungkas Esti.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan komitmen daerah dalam menjaga warisan sejarah, termasuk melalui Peraturan Bupati Nomor 11 Tahun 2019 tentang Arsitektur Osing yang mewajibkan bangunan publik mengadopsi desain khas Banyuwangi.





