Fajarasia.id – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menegaskan perlunya kajian komprehensif terhadap wacana pembatasan kuota mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri (PTN). Ia mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak menciptakan eksklusivitas baru dan tetap mengedepankan prinsip pemerataan akses pendidikan tinggi bagi seluruh masyarakat.
“Kami memandang bahwa rencana pembatasan kuota mahasiswa baru di PTN harus dikaji ulang secara menyeluruh. Pembatasan harus tetap mengedepankan daya tampung yang adil,” ujar Lalu dalam keterangan resmi, Senin (16/3/2026).
Legislator Fraksi PKB itu menekankan, kebijakan pendidikan tinggi tidak boleh sekadar mengalihkan calon mahasiswa ke perguruan tinggi swasta (PTS). Menurutnya, persaingan antara PTN dan PTS harus dibangun melalui peningkatan kualitas dan inovasi, bukan sekadar pengurangan kuota. “Ekosistem pendidikan tinggi harus sehat, di mana PTN dan PTS saling melengkapi, bukan hanya bersaing secara kuantitas,” tegasnya.
Lalu juga menyambut baik gagasan agar PTN lebih fokus pada riset dan program pascasarjana, sementara PTS mengambil peran lebih besar dalam pendidikan sarjana yang aplikatif. Ia menilai pembagian peran tersebut dapat menciptakan sinergi sekaligus memperkuat daya saing bangsa.
“Memfokuskan PTN pada riset dan jenjang pascasarjana akan memperkuat fondasi inovasi nasional, sementara PTS dapat berorientasi pada kebutuhan industri,” tambahnya.
Pemerintah sendiri menyatakan bahwa kebijakan pembatasan kuota mahasiswa baru masih dalam tahap kajian bersama berbagai pihak. Tujuannya, agar kualitas lulusan perguruan tinggi meningkat dan lebih sesuai dengan kebutuhan dunia kerja di masa depan.****




