Fajarasia.id – Komisi I DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Korem 101/Antasari di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, untuk meninjau kesiapan satuan dalam menghadapi rencana pemekaran provinsi tersebut menjadi satu Kodam tersendiri pada tahun 2027. Hasil peninjauan menunjukkan kondisi Korem secara umum dinilai baik, baik dari sisi personel, peralatan, maupun kemampuan operasional.
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS, Sukamta, menjelaskan bahwa kunjungan ini juga bertujuan melihat kesiapan Korem dalam menghadapi operasi militer selain perang (OMSP), khususnya penanganan bencana alam yang kerap melanda Kalimantan Selatan. “Di Kalimantan Selatan frekuensi bencana relatif tinggi, terutama banjir serta kebakaran hutan dan lahan. Kami ingin melihat sejauh mana kesiapan Korem dalam penanganannya,” ujarnya, Kamis (29/1/2026).
Selain kesiapan menghadapi bencana, Komisi I DPR meninjau rencana pemekaran Kalimantan Selatan menjadi satu Kodam tersendiri. Peninjauan meliputi kesiapan lokasi markas Kodam, organisasi, hingga satuan pendukung. Berdasarkan paparan Danrem beserta jajaran, termasuk 11 Kodim di wilayah Kalsel, kondisi Korem dinilai memadai. Personel cukup, peralatan tersedia, dan kemampuan satuan terbukti melalui penugasan batalion ke Papua dengan hasil pelatihan yang baik.
“Dalam penanganan banjir juga sudah cukup baik, meski masih ada catatan terkait keterbatasan peralatan dan persoalan pertanahan,” tambah Sukamta. Ia menegaskan bahwa Komisi I DPR telah meminta laporan tertulis kebutuhan Korem untuk diperjuangkan bersama Kementerian Pertahanan dan TNI.
Komandan Korem 101/Antasari, Brigjen TNI Ilham Yunus, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Komisi I DPR. Menurutnya, masukan yang diberikan akan membantu optimalisasi peran Korem dalam pertahanan negara. “Korem 101/Antasari terus mendukung program pemerintah, termasuk Asta Cita Presiden. Kami melaksanakan program makan bergizi, penguatan Koperasi Merah Putih, serta rencana pembangunan jembatan bagi sekolah-sekolah yang membutuhkan akses pendidikan,” jelasnya.
Terkait penanganan bencana, Ilham Yunus mengakui Korem telah memiliki materiil untuk menghadapi karhutla dan banjir, namun jumlahnya masih terbatas. “Materiil kami ada, tetapi masih terbatas. Dengan adanya kunjungan ini, kami berharap ada dukungan tambahan untuk penanganan karhutla dan banjir,” pungkasnya.





