Ketua Fraksi Golkar Muhammad Sarmuji Kunjungi Ponpes Al Khoziny, Sampaikan Duka dan Komitmen Pemulihan

Ketua Fraksi Golkar Muhammad Sarmuji Kunjungi Ponpes Al Khoziny, Sampaikan Duka dan Komitmen Pemulihan

Fajarasia.id — Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI sekaligus Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, pada Jumat (24/10/2025). Kunjungan ini dilakukan untuk menyampaikan belasungkawa atas musibah runtuhnya musala tiga lantai di lingkungan pesantren yang menelan puluhan korban jiwa.

“Sebagai sesama muslim, kami turut berduka atas tragedi yang menimpa keluarga besar Pondok Pesantren Al Khoziny. Semoga para korban mendapat tempat terbaik di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujar Sarmuji dalam keterangan tertulis.

Dalam kunjungan tersebut, Sarmuji didampingi sejumlah tokoh Partai Golkar, antara lain Ketua DPD Golkar Jawa Timur sekaligus Anggota Komisi V DPR RI Ali Mufti, Ketua DPD Golkar Sidoarjo Adam Rusydi, serta Wakil Ketua Bidang Pesantren DPD Golkar Jatim KH Moh Ma’ruf. Mereka disambut langsung oleh pengasuh pesantren, KH Abdus Salam Mujib.

Sarmuji menyebut kunjungan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi, terlebih karena dirinya memiliki hubungan kekerabatan dengan keluarga besar pesantren. “Istri saya dan pengasuh pesantren memiliki garis keturunan yang sama dari Kiai Hamdani, pendiri Pondok Pesantren Siwalan Panji,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa perhatian terhadap pesantren harus ditingkatkan, terutama dalam aspek keselamatan dan infrastruktur. “Musibah ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih serius memperhatikan keamanan fasilitas pendidikan berbasis pesantren,” kata Sarmuji.

Sementara itu, Ali Mufti menyampaikan komitmen Partai Golkar untuk membantu proses pemulihan dan pembangunan kembali fasilitas pesantren. Ia menyebut akan menjalin komunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk memberikan dukungan teknis yang dibutuhkan.

“Kami akan dorong agar ada intervensi program yang bisa membantu pemulihan pasca musibah ini,” ujarnya.

Kunjungan rombongan Golkar ini diterima dengan hangat oleh keluarga besar pesantren. Selain menyampaikan belasungkawa, mereka juga menggelar doa bersama untuk para korban dan keluarga yang terdampak.

Sebagai informasi, insiden runtuhnya musala di Pondok Pesantren Al Khoziny terjadi pada 29 September 2025 saat para santri tengah melaksanakan salat asar berjemaah. Berdasarkan laporan Basarnas per 7 Oktober 2025, tercatat 67 korban meninggal dunia dan 103 lainnya mengalami luka-luka.****

Pos terkait