Fajarasia.id – Situasi di perbatasan Lebanon–Israel kembali menjadi sorotan dunia. Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL) melaporkan adanya insiden serius pada Senin (12/1) malam waktu setempat, ketika tank-tank Israel dilaporkan menembaki area yang berdekatan dengan posisi pasukan penjaga perdamaian di Lebanon selatan.
UNIFIL menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, yang selama ini menjadi landasan untuk menjaga ketenangan di kawasan perbatasan.
- Dua tank Merkava Israel terlihat bergerak dari posisi Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menuju wilayah Lebanon dekat Kota Sarda.
- Meski UNIFIL telah menghubungi pihak Israel untuk menghentikan pergerakan itu, salah satu tank tetap melepaskan tiga tembakan.
- Dua proyektil jatuh hanya sekitar 150 meter dari lokasi pasukan penjaga perdamaian.
- Saat personel PBB mencoba mundur, tank Israel dilaporkan mengunci target dengan laser, menambah ketegangan di lapangan.
- Sekitar 30 menit kemudian, tank-tank tersebut mundur tanpa menimbulkan korban jiwa.
UNIFIL menyampaikan bahwa mereka telah memberi tahu IDF mengenai aktivitas patroli di area tersebut sesuai prosedur standar. Namun, insiden serupa disebut semakin sering terjadi belakangan ini.
Dalam pernyataannya, UNIFIL mendesak Israel untuk menjamin keselamatan pasukan penjaga perdamaian dan menghentikan serangan terhadap mereka. Organisasi ini juga menekankan bahwa tindakan semacam itu berpotensi mengganggu stabilitas regional yang sudah rapuh.
Insiden ini menambah daftar panjang ketegangan di Timur Tengah. Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian bukan hanya melanggar hukum internasional, tetapi juga dapat memicu eskalasi konflik yang lebih luas.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa perdamaian di kawasan perbatasan Lebanon–Israel masih sangat rapuh. Dunia internasional kini menunggu langkah lanjutan dari PBB dan komunitas global untuk memastikan keamanan pasukan penjaga perdamaian serta mencegah konflik semakin meluas.





