Fajarasia.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk memahami bakat dan potensi yang dimiliki penyandang autisme. Sehingga bakat dan potensi tersebut dapat diasah dan diarahkan menjadi sesuatu yang positif.
Demikian disampaikan Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi,pada Rabu (2/4/2025). “Dengan penanganan yang tepat, bakat yang dimiliki penyandang autisme dapat disalurkan secara positif,” ujarnya.
Imran lalu memberi contoh Misalnya bakat bermain musik atau melukis. “Jika dilatih dengan benar nantinya mereka bisa menjadi pemusik atau pelukis yang hebat,” katanya.
Menurut Imran, gejala autisme seharusnya sudah dapat diketahui sejak dini. Sehingga dapat dilakukan penanganan yang tepat kepada anak penyandangnya.
Imran mengakui perlunya literasi untuk mengetahui tanda-tanda seorang anak diketahui menyandang autisme. “Memang agak sulit untuk mengetahuinya saat masih bayi, tetapi sebelum masuk SD sudah dapat diketahui tanda-tandanya,” ucapnya.
Hari Peduli Autisme Sedunia atau World Autism Awareness Day diperingati setiap tahun pada tanggal 2 April. Ini adalah momen untuk menghormati perjuangan, pencapaian, dan potensi yang dimiliki setiap individu yang hidup dengan autisme.****





