Fajarasia.id – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus memperkuat literasi melalui pencetakan dan pengiriman buku bacaan bermutu. Hal ini untuk pengayaan literasi tahun 2024.
Sekretaris Badan Bahasa Kemendikbudristek, Hafidz Muksin mengatakan, literasi tidak hanya sekadar kegiatan membaca. Namun juga meningkatkan pemahaman, daya nalar dan daya kritis pada anak.
“Sehingga mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kreatif dan inovatif. Saya merasa bangga bahwa semua pemangku kepentingan dalam kegiatan ini telah menekankan pentingnya tanggung jawab bersama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” kata Hafidz dalam keterangannya, dikutip Senin (13/5/2024).
Menurutnya, kemajuan teknologi juga harus diiringi dengan peningkatan budaya literasi. Kemendikbudristek pun telah meluncurkan program Merdeka Belajar episode Ke-23: Buku Bacaan Bermutu untuk Literasi Indonesia.
“Ini adalah salah satu upaya Kemendikbudristek untuk mencetak dan mengirimkan buku bermutu sebanyak 200 judul sesuai minat baca anak. Buku ini juga tersedia dalam format digital di laman budi.kemdikbud.go.id,” ujarnya.
Adapun, pencetakan dan pengiriman buku dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama meliputi 200 judul buku dengan total 21.471.000 eksemplar.
“Pada tahap pertama ini akan dikirimkan ke 35.785 SD. Di mana dengan kategori 0, 1, dan 2 berdasarkan hasil AN tahun 2022,” katanya, menjelaskan.
Pada tahap kedua akan mencetak 200 judul buku dengan 5.575.200 eksemplar. Di mana akan dikirimkan ke 9.292 SD berkategori 2 berdasarkan hasil AN tahun 2022.
“Penting untuk memanfaatkan buku-buku ini secara aktif di sekolah. Badan Bahasa bersama Balai Guru Penggerak (BGP) dan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) akan melatih dan mendampingi penggunaan buku ini,” ujarnya.
Dia berharap, pengiriman buku dapat dilakukan dengan baik dan menginspirasi anak-anak Indonesia untuk mencintai literasi. Pengiriman buku juga dilakukan secara simbolis di Klaten, Jawa Tengah dan Gresik, Jawa Timur.***





