Fajarasia.id – Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan 197 titik lahan untuk pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana di tiga provinsi: Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Menteri PKP Maruarar Sirait menyebut program ini sebagai langkah strategis untuk memastikan warga terdampak segera memiliki tempat tinggal aman dan layak.
“Di Sumatra Utara direncanakan 16 lokasi dengan luas 58 hektare. Di Sumatra Barat ada 28 lokasi dengan total 53 hektare. Sementara Aceh mengusulkan 153 titik lahan seluas 473 hektare, dengan daya tampung hingga 28.311 unit rumah,” jelas Maruarar, Sabtu (10/1/2026).
Maruarar menegaskan tahapan pembangunan huntap sudah disiapkan secara komprehensif, mulai dari penetapan lokasi, verifikasi data by name by address (BNBA), penyusunan desain detail, proses lelang, hingga pembangunan fisik.
Lokasi huntap wajib memenuhi tiga kriteria utama: aman dari banjir, tsunami, dan longsor; tidak bermasalah secara hukum; serta dekat dengan ekosistem kehidupan masyarakat seperti ladang, sekolah, pasar, dan tempat kerja.
“Kami usulkan agar Februari sudah bisa mulai pelaksanaan,” tambahnya.
Hingga 9 Januari 2026, tercatat 189.308 unit rumah di tiga provinsi mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi. Pemerintah masih menunggu data final dari Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memastikan pembangunan huntap berjalan maksimal.
Selain huntap, pemerintah juga mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) agar masyarakat segera menempati rumah layak. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyebut total ada 1.606 unit huntara yang sedang dibangun.
“Targetnya sebelum Ramadhan selesai semua, sesuai arahan BNPB,” kata Dody.
Rinciannya, 431 unit huntara dibangun di Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Di Aceh, pembangunan mencakup 480 unit di Bener Meriah, 400 unit di Aceh Utara, 211 unit di Pidie Jaya, serta 84 unit di Aceh Tamiang yang kini sudah rampung.
Dengan penyiapan 197 titik lahan huntap dan percepatan pembangunan huntara, pemerintah berupaya memastikan masyarakat terdampak bencana di Sumatra segera kembali memiliki hunian aman, layak, dan dekat dengan aktivitas sehari-hari.





