Fajarasia.id – Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie, menegaskan arah baru reformasi kepolisian harus dimulai dari pelayanan publik, bukan sekadar penindakan. Hal itu disampaikan dalam Apel Kasatwil Polri 2025 di Mako Satlat Brimob, .
“Transformasi ini harus membuat Polri semakin profesional dalam melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat,” ujar Jimly. Ia menekankan digitalisasi layanan dan modernisasi tata kelola sebagai prioritas utama.
Jimly juga membuka ruang partisipasi publik, memberi kesempatan masyarakat menyampaikan kritik dan masukan terhadap kebijakan Polri selama tiga bulan ke depan.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri untuk lebih dekat dengan masyarakat. Ia bahkan mengubah tagline Polri dari “menjaga” menjadi “melayani” sebagai simbol paradigma baru.
Sebagai bagian dari reformasi, Polri meluncurkan seragam baru Pamapta dan sistem digital call center 110 untuk mempercepat respons laporan masyarakat. “Kami juga memperkenalkan maket pelayanan Polri agar akses masyarakat semakin mudah,” kata Kapolri.






