Fajarasia.id – Pemerintah Iran mengecam keras Israel atas tewasnya Kepala Militer Hizbullah, Haytham Ali Tabatabai, dalam serangan udara di Beirut, Lebanon.
“Kami mengutuk keras pembunuhan pengecut terhadap komandan besar Perlawanan Islam Lebanon,” tegas pernyataan resmi Iran. Kementerian Luar Negeri Iran menyebut serangan itu melanggar gencatan senjata 2024 dan kedaulatan Lebanon.
Serangan udara Israel menargetkan bangunan di distrik Dahieh, basis Hizbullah. Ledakan besar mengguncang permukiman padat dan menimbulkan kebakaran. Israel mengklaim serangan ditujukan ke fasilitas militer Hizbullah yang dianggap ancaman.
Tabatabai, lahir di Beirut 1968, dikenal sebagai tokoh penting Hizbullah. Ia pernah memimpin pasukan elite Radwan Force dan terlibat dalam operasi di Suriah serta Yaman. AS sempat memasukkannya ke daftar teroris global pada 2016. Kehilangan Tabatabai disebut pukulan besar bagi Hizbullah.
Hizbullah memberi sinyal akan membalas serangan. Analis menilai aksi balasan bisa memicu eskalasi lebih luas di kawasan.***






