Fajarasia.id – Pemerintah Jepang memastikan akan melanjutkan rencana penguatan pertahanan udara di pulau terpencil dekat Taiwan, meski mendapat peringatan keras dari China. Kementerian Pertahanan Jepang menargetkan penempatan sistem rudal permukaan-ke-udara Type 03 Chu-SAM di Pulau Yonaguni pada tahun fiskal 2030, dengan pengerahan penuh pada 2031.
Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi menyebutkan bahwa studi dasar peningkatan fasilitas sudah berjalan. Rudal Chu-SAM yang dipasang pada truk 8×8 ini mampu melacak hingga 100 pesawat, rudal balistik, atau drone, serta menyerang belasan target sekaligus.
Langkah ini menegaskan komitmen Perdana Menteri Sanae Takaichi untuk memperkuat pertahanan Jepang di tengah meningkatnya tekanan militer China terhadap Taiwan. Namun, Beijing menilai rencana tersebut berbahaya dan menuding Jepang semakin menjauh dari tatanan pascaperang.
Ketegangan Tokyo–Beijing meningkat sejak November lalu, ketika Takaichi menyatakan blokade hipotetis China terhadap Taiwan bisa menjadi keadaan darurat yang memerlukan intervensi. Dalam pidato perdananya di parlemen, Takaichi menegaskan Jepang menghadapi “lingkungan keamanan paling parah dan kompleks sejak Perang Dunia II,” merujuk pada sikap agresif China, invasi Rusia ke Ukraina, serta program nuklir Korea Utara.***





