Jelang Tahun Politik, RT/RW se-Bandung Diminta Jaga Kondusivitas

Jelang Tahun Politik, RT/RW se-Bandung Diminta Jaga Kondusivitas

Fajarasia.id – Seluruh RT/RW di Kota Bandung, Jawa Barat, diminta menjaga kondusifitas di wilayahnya. Hal ini berkaitan dengan tahun politik yang sebentar lagi terjadi, tepatnya pada 2024.

Saat ini total ada 9.941 RT dan 1.594 RW di Kota Bandung. Plh Wali Kota Bandung, Ema Sumarna , mengatakan jika perangkat RT/RW bisa bersinergi optimal maka jumlah pemilih aktif di Kota Bandung mampu menembus angka 87 persen.

“Tahun depan pemilihan legislatif dan Pilpres hingga Pilkada serentak. Ini daya dukung di koordinasi oleh RT RW, saya optimistis 87 persen jumlah pemilih yang ikut berpartisipasi dalam pesta demokrasi. Kondisi ini semakin baik kami optimis semakin aman, nyaman dan tentram,” ujar Ema saat dihubungi,Minggu(21/5/2023).

Di sisi lain, Forum RT dan RW berharap ada kenaikan insentif. Saat ini insentif RT sebesar Rp 300 ribu,sedangkan RW sebesar Rp 500 ribu.

Sebagai respons dari hal itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mewacanakan menaikan insentif RT dan RW. Hal itu segera diajukan untuk dibahas di forum rapat Badan Anggaran (Banggar) di DPRD Kota Bandung.

“Kami akan sampaikan di forum Banggar, karena hak anggaran itu bukan di kami (Pemkot). Kami hanya menyampaikan aspirasi. Nanti melalui OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait, mudah-mudahan bisa di ajukan pada RAPBD tahun 2024 yang sebentar lagi akan kita susun,” ujarnya.

Menurut Ema, jika melihat dari pendapatan pajak daerah yang semakin meningkat maka kemungkinan adanya kenaikan insentif juga akan semakin besar. “Mudah-mudahan memungkinkan. Kita lihat dari kemampuan keuangan daerah. Target pendapatan pajak daerah terakumulasi dalam PAD, semakin meningkat. Kalau itu terealisasi kenapa tidak, selama ada, kita upayakan untuk warga dalam menopang program pemerintah,” kata dia.

Ketua Forum RW Kota Bandung, Lily Maulana, mengaku siap untuk melayani masyarakat. Baginya, merukunkan masyarakat, menjadi tugas organisasi tersebut. Menurut dia, sebagai ketua di wilayah terkecil, RW memiliki beraneka ragam karakter masyarakat sehingga harus dilayani secara humanis dan didasari dengan niat yang ikhlas.

“Sebagai ketua RT dan RW, melayani warga dengan berbagai karakter disetiap wilayah. Dengan karakter itu, RT dan RW mampu hadapi semua itu dengan niat ibadah yang ikhlas,” katanya.

Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Budi Sartono, mengapresiasi hadirnya Forum RW. Pihaknya berkolaborasi untuk menjaga kondusifitas di Kota Bandung dengan hadirnya Polisi RW.

“Sarana terdekat dengan warga itu ketua RT dan RW. Sudah diketahui jajaran Polrestabes launching Polisi RW dengan jumlah 1.589 petugas,” ujarnya.****

Pos terkait