Fajarasia.id – Pemerintah Provinsi Jakarta dan Banten resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) studi pengembangan Moda Raya Terpadu (MRT) lintas wilayah rute Kembangan–Balaraja. Penandatanganan dilakukan di Balai Kota Jakarta bersama PT MRT Jakarta (Perseroda) dan sejumlah pengembang kawasan trase.
Gubernur Jakarta Pramono Anung menegaskan kerja sama lintas daerah menjadi kunci dalam menjawab persoalan mobilitas kawasan metropolitan. “Pengembangan transportasi massal tidak bisa dilakukan oleh satu daerah secara terpisah. MRT Kembangan–Balaraja akan memperkuat konektivitas aglomerasi,” ujarnya.
Koridor MRT Timur–Barat ini dirancang menghubungkan jalur utara–selatan hingga Kota Tua serta jalur barat–timur sampai Balaraja, Banten. Proyek ini diharapkan memperluas layanan transportasi publik sekaligus menekan biaya logistik.
Gubernur Banten Andra Soni menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menilai mobilitas antara Jakarta dan Banten sudah tidak terpisahkan. “Banten membutuhkan Jakarta, dan Jakarta membutuhkan Banten. Tidak ada cara lain selain bekerja sama,” tegasnya.
Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, menyebut kerja sama ini menjadi dasar studi pengembangan proyek lintas wilayah. Pada 2025, jumlah pengguna MRT mencapai 46,5 juta orang. Dengan perluasan jaringan, target naik menjadi 50 juta pengguna pada 2026.






