Israel Gabung BoP, Pakar Ingatkan Risiko bagi Indonesia

Israel Gabung BoP, Pakar Ingatkan Risiko bagi Indonesia

Fajarasia.id  – Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, mengingatkan Indonesia agar berhati-hati menyikapi langkah Israel yang resmi bergabung dengan Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Menurut Hikmahanto, keikutsertaan Israel berpotensi menghambat kemerdekaan Palestina. Ia menilai Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak akan membiarkan Gaza merdeka, sementara Trump cenderung berpihak pada Israel dibanding negara-negara Islam.

Hikmahanto juga mempertanyakan mengapa Palestina tidak ikut bergabung dalam BoP, serta menyoroti potensi risiko bagi pasukan Indonesia yang tergabung dalam International Stabilization Force (ISF). “Jika pasukan kita ditugaskan melucuti senjata Hamas, itu bisa menimbulkan konflik yang tidak akan disetujui rakyat Indonesia,” ujarnya.

Ia menegaskan agar Indonesia tidak dijadikan legitimasi atas tindakan Israel terhadap rakyat Palestina. “Jangan sampai keberadaan Indonesia di BoP justru memperkuat kontrol Israel hingga ke Gaza,” katanya.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI memastikan prinsip Indonesia tidak berubah. Juru bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, menegaskan keikutsertaan Indonesia di BoP semata-mata untuk mandat stabilisasi, perlindungan warga sipil, bantuan kemanusiaan, dan rekonstruksi Gaza sesuai Resolusi DK PBB 2803 (2025).

Pos terkait