Inilah Peran Dirut BAKTI Kemenkominfo Anang Achmad Latif dalam Korupsi Menara BTS

Inilah Peran Dirut BAKTI Kemenkominfo Anang Achmad Latif dalam Korupsi Menara BTS

Fajarasia.id – Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menetapkan tiga orang sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi dalam penyediaan infrastruktur base transceiver station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4 dan 5 dari BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) tahun 2020 sampai 2022.

Salah satu tersangka yaitu Anang Achmad Latif (AAL), yang merupakan Direktur Utama BAKTI Kemenkominfo. Dalam tindak pidana ini, Anang dengan sengaja mengeluarkan peraturan yang diatur sedemikian rupa.

Tindakan Anang ini diduga dilakukan agar menutup calon peserta lain sehingga tidak terwujudnya persaingan usaha yang sehat serta kompetitif dalam mendapatkan harga penawaran.

“Hal itu dilakukan dalam rangka untuk mengamankan harga pengadaan yang sudah dimark-up sedemikian rupa,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Ketut Sumedana dalam keterangannya, dikutip Kamis (5/1/2023).

Adapun, tersangka lain dalam kasus ini adalah GMS selaku Direktur Utama PT Mora Telematika Indonesia. Ia berperan memberikan masukan kepada AAL ke dalam Peraturan Direktur Utama. Hal itu dimaksudkan menguntungkan vendor dan konsorsium serta perusahaan yang bersangkutan.

“Yang dalam hal ini bertindak sebagai salah satu supplier salah satu perangkat,” ucapnya.

Sementara tersangka YS selaku Tenaga Ahli Human Development Universitas Indonesia tahun 2020 mempunyai peran membuat kajian teknis. Dalam membuat kajian teknis itu YS diduga memanfaatkan Lembaga Hudev UI.

“Senyatanya kajian tersebut dibuat oleh yang bersangkutan sendiri. Kajian teknis tersebut pada dasarnya adalah dalam rangka mengakomodir kepentingan Tersangka AAL untuk dimasukkan ke dalam kajian sehingga terjadi kemahalan harga pada OE,” ucapnya.

Ketut menyatakan tim penyidik masih melakukan upaya penggeledahan terkait tempat tinggal tersangka untuk memperkuat penyidikan. Sementara ketiga tersangka pun kini dilakukan penahanan di rumah tahanan negara Salemba cabang Kejaksaan Agung selama 20 hari ke depan terhitung sejak 4 Januari 2023.****

Pos terkait