Inilah Daftar Negara di Ambang Resesi 2026, IMF Ingatkan Risiko Global

Inilah Daftar Negara di Ambang Resesi 2026, IMF Ingatkan Risiko Global

Fajarasia.id – Tahun 2026 diprediksi bukan tahun yang mudah bagi perekonomian dunia. Dana Moneter Internasional (IMF) dalam laporan terbarunya menilai prospek global masih rapuh, meski ada sedikit perbaikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Dalam laporan World Economic Outlook bertajuk Global Economy in Flux, Prospects Remain Dim, IMF menegaskan laju pertumbuhan ekonomi dunia ke depan cenderung melambat. “Ketidakpastian mengenai stabilitas dan arah ekonomi global tetap berada pada tingkat yang mengkhawatirkan,” tulis IMF, Rabu (31/12/2025).

Amerika Serikat
AS menjadi sorotan utama. Kebijakan tarif Presiden Donald Trump yang diumumkan April lalu sempat mengguncang pasar keuangan. Meski PDB sempat rebound di kuartal kedua dan ketiga 2025, ekonom menilai risiko resesi masih besar.

Konsumen disebut “terjerat utang hingga ke leher”.

Saham berbasis kecerdasan buatan (AI) kini menyumbang sepertiga kapitalisasi S&P 500.

Jika gelembung AI pecah, konsumsi bisa anjlok dan sistem keuangan terguncang.

Eropa
Zona euro juga menghadapi ancaman perlambatan. IMF memproyeksikan pertumbuhan sejumlah negara besar di bawah 1%.

Prancis: 0,9%

Jerman: 0,9%

Italia: 0,8%
Sementara Inggris diperkirakan tumbuh 1,3%, turun dari proyeksi sebelumnya 1,4%. Tingginya utang, ketidakpastian perdagangan, dan dampak perang Rusia-Ukraina membuat kawasan ini rawan resesi.

China
IMF menilai prospek China masih rapuh. Sektor properti belum pulih sejak gelembung pecah empat tahun lalu. Investasi real estat terus menyusut, sementara risiko deflasi berbasis utang membayangi.
Meski begitu, IMF masih memproyeksikan pertumbuhan PDB China sebesar 4,2% pada 2026.

Rusia
Rusia menghadapi tekanan berat akibat sanksi internasional dan pembiayaan perang. Pertumbuhan ekonomi negara itu melambat tajam, hanya 0,6% pada kuartal ketiga 2025. IMF memperkirakan pertumbuhan Rusia pada 2026 terbatas di kisaran 1%.

Dengan kondisi tersebut, IMF menegaskan 2026 bisa menjadi tahun penuh gejolak. Ketahanan kebijakan ekonomi dan stabilitas keuangan akan sangat menentukan arah pemulihan global.***

Pos terkait