Fajarasia.id — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa transisi energi Indonesia tengah melaju dengan kecepatan penuh. Hal ini disampaikan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA), bagian dari rangkaian KTT ke-48 ASEAN.
Prabowo menyoroti isu ketahanan energi sebagai tantangan mendesak di tengah ketidakstabilan global. Ia menekankan potensi besar kawasan BIMP-EAGA dalam pengembangan energi terbarukan, mulai dari tenaga air, surya, angin, hingga pemanfaatan lahan subur.
“Transisi energi kita sedang melaju dengan kecepatan penuh. Kita tengah bangun tenaga surya 100 GW. Bersama-sama kita tingkatkan infrastruktur energi kita. BIMP-EAGA memiliki potensi yang besar,” ujar Presiden.
Langkah konkret yang didorong Indonesia antara lain:
- Pengembangan tenaga air di Borneo.
- Proyek energi surya di Palawan.
- Pemanfaatan energi angin di wilayah pesisir.
Selain itu, Prabowo menekankan pentingnya memperkuat konektivitas subkawasan melalui Trans Borneo Power Grid agar distribusi energi lebih efisien. Ia juga menegaskan perlunya dukungan pembiayaan, keahlian teknis, serta kemitraan regional untuk mewujudkan agenda energi bersih.
Menutup pidatonya, Prabowo mengingatkan bahwa selain energi, ketahanan pangan juga menjadi isu mendasar yang harus dijaga bersama demi kesejahteraan masyarakat kawasan.****





