Fajarasia.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan besar pada perdagangan Senin (2/2/2026). Bursa ditutup di zona merah dengan koreksi 4,88% atau turun 406,88 poin ke level 7.922,73. Bahkan, pada sesi pertama perdagangan IHSG sempat anjlok lebih dalam hingga 5,07%.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai gejolak pasar kali ini tak lepas dari ketidakpastian pasca mundurnya Mahendra Siregar dari kursi Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menurutnya, investor masih menunggu kepastian sosok pengganti. “Pergantian ketua OJK mungkin membuat market menahan diri. Tapi sebentar lagi akan naik lagi setelah ketua baru dipilih,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).
Purbaya memastikan proses seleksi Ketua OJK baru sudah berjalan. Panitia seleksi tengah bekerja dan dalam waktu paling lambat dua minggu, Indonesia akan memiliki pimpinan baru di lembaga pengawas sektor keuangan tersebut.
Sementara itu, OJK menilai tekanan IHSG juga dipicu oleh aksi rebalancing portofolio investor. Koreksi harga emas turut menekan pasar kawasan, dengan Kospi Korea jatuh 5,26%, Nikkei Jepang turun 1,25%, dan Hang Seng Hong Kong merosot 2,23%.
Pjs Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menambahkan bahwa saham-saham yang sebelumnya sudah naik tinggi menjadi sasaran koreksi. Ia menegaskan OJK bersama Bursa Efek Indonesia akan menjaga perdagangan tetap wajar dan teratur. “Investor jangan panik, fundamental saham bagus tetap akan bertahan,” katanya.
Dengan janji hadirnya Ketua OJK baru dalam waktu dekat, pemerintah berharap IHSG segera bangkit dari tekanan. Pasar diharapkan kembali stabil seiring kepastian regulasi dan arah kebijakan yang lebih jelas.





