Harga BBM Dunia Melonjak Akibat Konflik Iran

Harga BBM Dunia Melonjak Akibat Konflik Iran

Fajarasia.id — Konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran sejak 28 Februari 2026 memicu gejolak besar di pasar energi global. Data Global Petrol Prices mencatat, setidaknya 95 negara mengalami lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) hanya dalam hitungan pekan.

Di Amerika Serikat, harga bensin rata-rata naik sekitar 20%, sementara negara-negara Asia Tenggara seperti Kamboja dan Vietnam mencatat kenaikan lebih tajam, masing-masing hingga 68% dan 50%. Dampak paling terasa terjadi di kawasan Asia yang sangat bergantung pada impor energi dari Timur Tengah, terutama melalui jalur vital Selat Hormuz.

Sejumlah negara telah mengambil langkah darurat. Jepang dan Korea Selatan menyiapkan cadangan strategis, Pakistan menerapkan sistem kerja empat hari, sementara Bangladesh menutup universitas untuk menghemat energi. Lonjakan harga minyak juga merembet ke sektor pangan, memengaruhi biaya produksi pupuk hingga distribusi logistik.

Ekonom David McWilliams menilai transportasi sebagai faktor kunci dalam krisis ini. “Transportasi adalah energi ekonomi global. Setiap kenaikan harga minyak langsung merambat ke berbagai sektor,” ujarnya.

Dengan tekanan yang terus meningkat, para analis memperingatkan risiko stagflasi global—kombinasi inflasi tinggi dan pertumbuhan ekonomi melambat—seperti yang pernah terjadi pada krisis minyak 1973, 1978, dan 2008.****

Pos terkait