Fajarasia.id – Kekerasan besar-besaran pecah di Meksiko setelah kematian gembong narkoba Nemesio “El Mencho” Oseguera, pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG). Bentrokan antara kartel dan aparat keamanan menewaskan sedikitnya 25 tentara serta 30 anggota geng, menurut laporan resmi, Selasa (24/2/2026).
El Mencho terluka dalam baku tembak dengan tentara di kota Tapalpa, Jalisco, Minggu lalu, sebelum meninggal saat diterbangkan ke Mexico City. Kabar kematiannya memicu gelombang kekerasan: kartel memblokir jalan di 20 negara bagian, membakar kendaraan, hingga menyerang bisnis.
Menteri Keamanan Omar Garcia Harfuch menyebut 25 anggota Garda Nasional tewas, sementara Menteri Pertahanan Ricardo Trevilla melaporkan delapan anggota kartel tewas dalam operasi penangkapan El Mencho.
Situasi membuat warga panik, sekolah dan toko tutup, transportasi umum dihentikan, dan kota wisata Puerto Vallarta lumpuh. Pemerintah mengirim 2.500 tentara tambahan ke Jalisco, yang dijadwalkan menjadi tuan rumah Piala Dunia musim panas ini.
El Mencho sebelumnya menjadi buronan dengan hadiah 15 juta dolar AS. Kekerasan yang terjadi menegaskan betapa kuatnya pengaruh kartel CJNG di Meksiko, bahkan setelah pemimpinnya tewas.****




