Fajarasia.id – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Agung Laksono, menanggapi desakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar Indonesia keluar dari Board of Peace (BoP) usai eskalasi konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat. Dave menilai dorongan tersebut lahir dari rasa prihatin atas tragedi kemanusiaan yang terjadi.
Menurutnya, kehadiran Indonesia di BoP justru memiliki nilai strategis untuk menyuarakan prinsip perdamaian melalui diplomasi. “Forum ini menjadi sarana penting untuk menegaskan politik luar negeri bebas aktif, tidak berpihak, tetapi selalu aktif mendorong solusi damai,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).
Dave menekankan, posisi Indonesia di BoP bukan sekadar simbol, melainkan sarana nyata untuk memastikan suara bangsa tetap didengar dalam upaya menghentikan agresi dan menegakkan hukum internasional. Ia menambahkan, keberadaan Indonesia di forum internasional memperkuat kredibilitas politik luar negeri sekaligus konsistensi sikap menolak kekerasan.
Komisi I DPR mendukung agar pemerintah terus aktif mendorong peran Indonesia melalui jalur bilateral maupun multilateral, termasuk di PBB dan OKI. “Sikap konsisten menolak agresi, menjunjung hukum internasional, dan memperjuangkan stabilitas kawasan adalah kepentingan nasional yang harus dijaga,” tegas Dave.*****





