Fajarasia.id – Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanul Haq, menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan haji tahun 2026 agar benar-benar berorientasi pada perlindungan dan kenyamanan jamaah. Ia mengingatkan agar tidak ada lagi kesalahan yang berpotensi membuat jamaah terlantar atau mengalami kesulitan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Kementerian Haji harus memastikan pelayanan yang diberikan tidak menimbulkan penderitaan bagi jamaah. Semua aspek harus dijalankan dengan tertib, manusiawi, dan bermartabat,” ujar Maman di Jakarta.
Selain itu, Maman menekankan perlunya pengawasan yang lebih ketat terhadap seluruh rangkaian penyelenggaraan haji. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjamin jamaah asal Indonesia terlindungi secara maksimal dan dapat beribadah dengan tenang.
Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah telah menyiapkan program pelatihan intensif bagi petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) yang akan bertugas pada musim haji 2026. Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut difokuskan pada peningkatan kompetensi layanan, kedisiplinan, serta kemampuan komunikasi dasar dalam bahasa Arab.
Program pelatihan ini akan diikuti oleh petugas yang telah lolos seleksi nasional dan dijadwalkan berlangsung pada Januari hingga Februari 2026. Irfan menambahkan, pembekalan ini merupakan tahap lanjutan setelah proses seleksi berbasis sistem informasi terintegrasi, sehingga para petugas memiliki kesiapan optimal dalam memberikan pelayanan yang profesional dan responsif.
“Tujuan utama dari pelatihan ini adalah memastikan petugas mampu memberikan layanan yang cepat tanggap, berorientasi pada keselamatan, serta kepuasan jamaah, baik di tanah air maupun di Arab Saudi,” jelas Irfan.
Dengan adanya dorongan DPR dan langkah persiapan dari Kementerian Haji, diharapkan pelaksanaan ibadah haji 2026 dapat berjalan lebih tertib, aman, dan memberikan pengalaman ibadah yang nyaman bagi seluruh jamaah Indonesia.





