Christina Aryani Dorong Optimalisasi 27 Ribu Lowongan Kerja di Turki untuk Pekerja Migran Indonesia

Christina Aryani Dorong Optimalisasi 27 Ribu Lowongan Kerja di Turki untuk Pekerja Migran Indonesia

Fajarasia.id  – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani, mengungkapkan bahwa terdapat lebih dari 27 ribu peluang kerja di Turki yang siap dimanfaatkan oleh tenaga kerja asal Indonesia pada tahun 2026. Hal ini merupakan hasil tindak lanjut kerja sama antara Kementerian P2MI dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ankara.

Dalam keterangannya pada Rabu (29/10/2025), Christina menjelaskan bahwa sebanyak 16.415 posisi telah diverifikasi oleh Duta Besar RI dan tim KBRI, sementara 11.430 lainnya masih dalam proses validasi. “Totalnya mencapai 27.845 peluang kerja yang harus kita kelola dengan serius agar bisa terealisasi secara maksimal,” ujarnya.

Selain berdiskusi dengan KBRI Ankara, Christina juga melakukan pertemuan strategis dengan Wakil Menteri Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial Republik Turkiye. Pertemuan tersebut membahas potensi kerja sama di sektor ketenagakerjaan, khususnya penempatan pekerja migran Indonesia di Turki.

“Turki memiliki daya tarik tersendiri sebagai tujuan penempatan PMI, terutama di sektor perhotelan dan manufaktur. Namun, kesiapan tenaga kerja kita harus ditingkatkan melalui sertifikasi dan uji kompetensi teknis,” jelas politisi Partai Golkar tersebut.

Christina juga menyoroti hubungan bilateral yang semakin erat antara Indonesia dan Turki, yang tercermin dari intensitas kunjungan kenegaraan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Recep Tayyip Erdoğan. Menurutnya, hal ini membuka peluang kerja sama yang lebih luas di berbagai bidang, termasuk ketenagakerjaan.

Dalam rangka memperkuat kerja sama teknis, Christina turut bertemu dengan Turkiye İş Kurumu (ISKUR), lembaga ketenagakerjaan Turki yang memiliki fungsi serupa dengan BP2MI. Pertemuan tersebut membahas pemetaan peluang kerja, pertukaran data ketenagakerjaan, serta potensi transfer teknologi.

“ISKUR telah mengembangkan sistem digital ketenagakerjaan yang sangat maju, mulai dari pendataan hingga pencocokan kerja. Ini bisa menjadi referensi penting bagi Indonesia dalam meningkatkan efisiensi dan transparansi penempatan PMI,” tambahnya.

Rangkaian kunjungan kerja ini menegaskan komitmen pemerintah dalam membuka akses kerja luar negeri yang aman dan bermartabat bagi para pekerja migran. Christina menegaskan bahwa seluruh peluang kerja yang dibuka akan melalui jalur resmi dan menjamin perlindungan maksimal bagi para PMI.

“Turki adalah mitra strategis yang menjanjikan. Kami akan pastikan bahwa setiap peluang kerja yang tersedia benar-benar memberikan manfaat dan perlindungan bagi pekerja migran Indonesia,” tutupnya.****

Pos terkait