BRIN Dorong Diversifikasi Pangan Lewat Mi Sehat Bebas Gluten Berbasis Sorgum

BRIN Dorong Diversifikasi Pangan Lewat Mi Sehat Bebas Gluten Berbasis Sorgum

Fajarasia.id  – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali menghadirkan inovasi pangan lokal dengan mengembangkan produk mi sehat bebas gluten berbahan dasar sorgum. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada gandum impor.

Kepala Pusat Riset Teknologi Proses BRIN, Hens Saputra, menegaskan bahwa sorgum merupakan komoditas potensial yang sesuai dengan kondisi Indonesia. “Sorgum memang belum populer, tetapi kaya serat dan relatif tahan terhadap cuaca ekstrem. Tanaman ini bisa menjadi solusi diversifikasi pangan,” ujarnya.

Hens menyoroti tingginya konsumsi terigu di Indonesia yang masih bergantung pada impor, sementara gandum tidak dapat tumbuh optimal di dalam negeri. Di sisi lain, permintaan masyarakat terhadap produk berbasis roti dan mi terus meningkat. Kondisi ini membuka peluang besar bagi pengembangan mi sorgum sebagai alternatif pangan sehat dan berkelanjutan.

Untuk mempercepat pemanfaatan sorgum, BRIN menggandeng sejumlah perusahaan swasta dalam pelatihan alih teknologi. Harapannya, produk mi berbasis sorgum dapat diproduksi secara luas dan diterima masyarakat.

Hens menambahkan, pengembangan sorgum tidak hanya terbatas pada pangan. Komoditas ini juga berpotensi untuk pakan ternak, energi terbarukan seperti etanol dan biomassa, hingga produk perawatan kulit. “Industri mi sorgum diharapkan mampu mendorong tumbuhnya UMKM, membuka peluang usaha, dan menarik mitra dari luar negeri,” jelasnya.

Selain mi, BRIN telah mengembangkan berbagai produk berbasis sorgum, seperti gula, kecap, tepung, hingga face mist untuk perawatan kulit. Inovasi ini menunjukkan bahwa sorgum memiliki nilai tambah yang luas dan dapat mendukung terbentuknya industri sorgum terintegrasi di Indonesia.

Catatan Redaksi: Inovasi mi sorgum bebas gluten dari BRIN menjadi langkah strategis dalam memperkuat kedaulatan pangan. Dengan diversifikasi berbasis komoditas lokal, Indonesia berpeluang mengurangi ketergantungan impor sekaligus membuka jalan bagi industri pangan sehat dan berkelanjutan.

Pos terkait