BP2MI Pahami Pekerja Migran Idolakan Penempatan di Jerman

BP2MI Pahami Pekerja Migran Idolakan Penempatan di Jerman

Fajarasia.id – Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) memahami, Negara Jerman menjadi idola bagi PMI bekerja di sana. Salah satu alasannya, pemberian upah sangat tinggi dibandingkan negara lain.

“Jerman menjadi idola untuk skema kerja sama G to G (pemerintah dan pemerintah. Karena UU ketenagakerjaan Jerman berpihak pada negara asing, terlebih menyediakan gaji relatif tinggi,” Kepala BP2MI,Benny Rhamdani di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Minggu (9/7/2023).

Atas itu, Benny mengaku, berencana membuka skema manufaktur dan finishing di Jerman. Seperti dalam program G To G di Korea Selatan (Korsel), namun, masih dalam pembahasan.

“Ini masih kita dorong, dan akan melakukan pembahasan dengan negara yang bersangkutan, kami akan memperjuangkan tidak hanya skema perawat, tapi juga finishing dan manufaktur,” tuturnya.

Sisi lain, Benny menilai, pekerjaan dilakukan PMI di luar negeri tidak bisa dianggap remeh. Terlebih, mereka adalah pahlawan devisa untuk kas negara.

“Kita tidak menginginkan ada pihak yang menghinakan PMI, bahkan sampai memandang remeh. Seluruh aparat negara harus memiliki mindset/pemikiran baru, sebagai aparatur negara hadir melayani PMI,” kata Benny.

Untuk diketahui, kehadiran Benny di Soetta, untuk melepas sebanyak 13 Pekerja Migran Indonesia (PMI). Mereka diberangkatkan dalam program G To G untuk sektor kesehatan.***

Pos terkait