Fajarasia.id – Badan Gizi Nasional (BGN) resmi membentuk tim pakar pangan dan gizi dari berbagai universitas ternama di Indonesia untuk mendukung keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diharapkan mampu memperkuat edukasi kepada masyarakat sekaligus memastikan kualitas program berjalan sesuai standar.
Pertemuan perdana tim pakar digelar di Kantor BGN, Jalan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (22/11). Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi momentum penting untuk menyatukan keahlian akademisi dan praktisi.
Prof. Hardinsyah (IPB, Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia) menyambut baik pembentukan tim ini. Menurutnya, perhatian dan tenaga para pakar kini lebih terstruktur dengan komitmen bersama demi suksesnya MBG.
Prof. Eni Harmayani (UGM) menilai BGN telah membuka diri terhadap masukan luar. “Ke depan akan ada ruang perbaikan agar program semakin sempurna,” ujarnya dari Jepang.
Prof. Trias Mahmudianto (Unair) menyatakan siap melakukan edukasi keamanan pangan serta memantau gizi anak-anak penerima MBG di sekolah.
Prof. Rahmawati (Universitas Sahid) menegaskan pihaknya sudah bekerja sama dengan Pemkot Depok untuk memberikan edukasi gizi kepada masyarakat.
Prof. Teti Estiasih (Universitas Brawijaya) mengingatkan pentingnya setiap dapur MBG mematuhi SOP demi keamanan pangan jangka panjang.
Muhammad Syauqi (UNDIP) mendukung intervensi gizi agar masyarakat tidak terjebak informasi keliru.
Helda Khusun (SEAMEO Biotrop) berbagi pengalaman menyentuh saat melihat antusiasme siswa di Sambas, Kalimantan Barat, menyambut hidangan MBG.
Sudirman Nasir (Universitas Hasanuddin) menyebut MBG bisa menjadi capaian besar Indonesia berikutnya.
Nanik Sudaryati Deyang mengungkapkan rasa syukur atas bergabungnya para pakar. “Semoga ilmu dan pengalaman yang dibagikan dapat membantu Presiden memperkuat program andalan ini,” katanya.
Program MBG sendiri digadang sebagai salah satu terobosan besar pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak bangsa. Dengan dukungan tim pakar, BGN optimistis program ini tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga memberi dampak nyata bagi kesehatan masyarakat dan masa depan generasi Indonesia.****





